Menjamurnya Bisnis Scrap, Bawa Berkah Tersendiri bagi Mahasiswa

SURABAYA — Theresia Octa Dewi, Stefanie Limarga dan Lisa Riani mahasiswi semester 7 jurusan Komunikasi Universitas Katolik Widya Mandala (UWM) Surabaya mempunyai hobi baru yang membawa keuntungan yang diberi nama Preciouscrap.
Mereka mengaku, ide awal dari hobi Stefanie yang senang menghias diary dengan pernak pernik unik dan lucu. Kemudian, ketika dibawa di kampus, banyak teman-temannya yang suka lalu ingin memesan. Akhirnya, Stefanie mengajak dua orang temannya untuk bergabung dalam bisnisnya.
“Kami membuat kenangan orang lain disimpan dalam satu pigura, bisa terdiri berbagai macam foto, bentuk dan ukuran sesuai permintaan pelanggan,” terangnya kepada Cendana News, Jumat (13/11/2015).
Ia menjalani usaha ini selama satu tahun. Produk yang ditawarkan scrapframe, scrapbook, dan scrapcard. Dengan list harga, frame ukuran 10×10 cm dijual dengan harga 60 ribu, 15×15 cm dijual dengan harga 145 ribu, dan sementara yang paling mahal ukuran 40×60 cm mencapai 850 ribu.
“Kami juga bisa menerima permintaan pelanggan dengan ukuran tertentu sesuai harga, selain itu satu frame bisa lebih dari satu foto,” tandasnya.
Selama satu tahun bisnis ini dijalaninya, pemesannya berasal dari anak kuliah, SMA dan SMP. Biasanya untuk kado pacar, teman, komunitas, dan keluarga.
“Kami bisa paling cepat jadi 2 hari, asal ada frame-nya siap, membuatnya cepat tergantung pelanggan maunya seperti apa,” ujarnya.
Ia pun mengaku pemasarannya dilakukan melalui media sosial seperti Instagram dan Line. Selain itu dukungan dari kampusnya juga sangat berpengaruh, karena awal mula usaha ini dibuat, diberikan modal oleh kampus sebanyak 2 juta.
“Kesulitan kami saat ini yaitu masalah pembagian waktu, antara kuliah dan bisnis ini, tapi kami sebisa mungkin berpikiran kuliah tetap yang pertama,” katanya.
Keuntungan per bulan bisa mencapai 50 persen dengan omzet 1 juta. Scrap yang dibuat 100 persen handmade memanfaatkan bahan recycle. Seperti, tusuk gigi, steak es krim, kertas bekas produksi sebelumnya. Tetapi, untuk frame masih pesan ke produsen frame.
“Harapan kedepannya kami ingin mempunyai tempat sendiri atau galery sendiri, dan semakin banyak yang pesan,” pungkasnya.

JURNALIS : CHAROLIN PEBRIANTI

Jurnalis Cendana News wilayah Jawa Timur. Gabung dengan Cendana News Mei 2015. 

Akun twitter : @charolineemoo

Lihat juga...