Menristekdikti: Inovasi Puncak Tombak Sebuah Universitas

Menristekdikti Mohammad Nasir 3

SURABAYA — Inovasi dalam rangka persaingan global, mutlak diperlukan oleh bangsa Indonesia. Universitas sebagai salah satu wadah atau tempat para peneliti sekaligus inovator diharapkan mampu berperan dalam perkembangan zaman.
Menteri Riset Teknologi dan Perguruan Tinggi (Menristekdikti), Mohammad Nasir menginginkan agar riset terhadap inovasi selalu ada dan berkelanjutan.
“Inovasi sebagai puncak tombak sebuah universitas,” terangnya di Surabaya, Sabtu (28/11/2015).
Ia menerangkan, di Iran setiap universitas sangat fokus terhadap inovasi dan riset yang digarap sejak awal. Selain itu publikasi juga harus diwajibkan. Sebuah riset dianggap berhasil jika sudah dikomersialisasi ke dunia industri dan masyarakat.
Saat ini ada 7 bidang yang sedang ingin ditingkatkan yaitu bidang pertanian, kesehatan dan obat-obatan, TIK, transportasi, advance material, teknologi pertahanan, energi dan energi terbarukan, kemaritiman, dan ilmu-ilmu sosial.
“Tugas utama peneliti, yaitu mencari solusi dari masalah negara kita, kita bisa memanfaatkan energi sampah, solar cell, dan mikro hydro yang melimpah di Indonesia,” jelasnya.
Inovasi yang dikatakan berhasil, jika bisa menggandeng industri, baik dari industri kecil hingga besar dan bermanfaat bagi masyarakat Indonesia.
“Target kami, tahun 2019 akan ada nuklir di dunia pendidikan. Yang harapannya bisa komersial juga nantinya,” tandasnya.
JURNALIS : CHAROLIN PEBRIANTI

Jurnalis Cendana News wilayah Jawa Timur. Gabung dengan Cendana News Mei 2015. 

Akun twitter : @charolineemoo
Editor : ME. Bijo Dirajo / Fotografer : Charolin Pebrianti
Lihat juga...