Mogok Kerja, FSPMI : Upah Tidak Sesuai dengan KHL

Aksi mogok buruh 
SURABAYA — Menolak PP No. 78 tahun 2015 terkait pengupahan, SK gubernur No. 68 tahun 2015 terkait UMK 2016, serta Perda perlindungan tenaga kerja agar cepat terealisasikan beberapa organisasi melakukan mogok kerja, salah satu Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI). Aksi ini akan dilakukan mulai dari 24-27 November 2015.
“Untuk upah yang sudah ditetapkan, itu tidak sesuai dengan survei Kebutuhan Hidup Layak, namun disesuaikan dengan inflasi dan pertumbuhan ekonomi,” terangnya Ketua bidang advokasi FSPMI, Agus Supriyanto di Surabaya, Selasa (24/11/2015).
Menurutnya, upah yang ditentukan oleh inflasi dan pertumbuhan ekonomi dinilai menguntungkan pihak pengusaha dan mengesampingkan kesejahteraan buruh.
“Selain itu, kami ingin Gubernur segera merealisasikan Perda perlindungan tenaga kerja,” tegasnya.
Disebutkan, sebelumnya Gubernur Jawa Timur pada tanggal 1 Mei 2015 menjanjikan akan membuat perda terkait perlindungan tenaga kerja lokal dalam menghadapi MEA.
“Kami ingin membuktikan dengan aksi mogok nasional ini, pekerja bisa melakukan perlawanan secara nasional,” pungkasnya.
JURNALIS : CHAROLIN PEBRIANTI

Jurnalis Cendana News wilayah Jawa Timur. Gabung dengan Cendana News Mei 2015. 

Akun twitter : @charolineemoo
Editor : ME. Bijo Dirajo / Fotografer : Charolin Pebrianti
Lihat juga...