Mulai Besok, BTNGM Yogyakarta Kembali Buka Jalur Pendakian

Gunung Merapi pasca erupsi 2010
YOGYAKARTA — Balai Taman Nasional Gunung Merapi (BTNGM) Yogyakarta, mulai besok Selasa (1/12/2015) akan membuka kembali jalur pendakian yang sebelumnya sempat ditutup selama satu bulan. Penutupan disebabkan kebakaran hutan di kawasan Selo, Boyolali, Jawa Tengah, pada musim kemarau panjang yang mengarah ke jalur pendakian.
Kepala BTNGM, Edy Sutiyarto juga mengingatkan jika pada musim penghujan ini potensi longsor di kawasan puncak juga tinggi. Apalagidengan terjadinya kebakaran hutan di kawasan Merapi di desa Selo, Boyolali, Jawa Tengah membuat tanah semakin rawan longsor.
Edy Sutiyarto
Edy yang ditemui Senin (30/11/2015) di ruang kerjanya menjelaskan, pada bulan kemarin jalur pendakian terpaksa ditutup untuk mencegah adanya korban jiwa. BTNGM Yogyakarta menutup jalur pendakian dari arah Pos Selo, Boyolali, Jawa Tengah. Namun untuk pengunjung ekowisata di kawasan Gunung Merapi tetap dibuka.
“Jalur pendakian dibuka atas pertimbangan musim kemarau yang mengakibatkan banyak kejadian kebakaran hutan sudah lewat. Selain itu, vegetasi di kawasan Gunung Merapi sudah basah, sehingga tak ada lagi kemungkinan terjadi kebakaran hutan,”sebutnya.
Menurut Edy, daerah rawan longsor berada di posisi pintu gerbang masuk ke kawasan sekitar 1 kilo meter dari New Selo Pos 1. Bahaya longsor sangat mungkin, karena banyak pohon sebagai penahan tanah banyak yang mati akibat kebakaran hutan. 
“Selain itu, pada dasarnya Gunung Merapi itu merupakan batuan muda, apalagi saat sekarang pasca erupsi Merapi tahun 2010, batuan di kawasan puncak menjadi lebih muda lagi,”sebutnya. 
Edy mengimbau, agar pendaki tetap waspada terutama di posisi terjal. Juga adanya angin yang datang tiba-tiba atau badai, sehingga rawan terjadi pohon tumbang. Juga jangan berhenti di posisi yang kurang aman, misalnya di tempat yang terjal tanpa perlindungan. 
“Selalu waspadai kawasan puncak yang sewaktu-waktu bisa meluncurkan batu,” pungkasnya. 
JURNALIS : KOKO TRIARKO

Jurnalis Cendana News wilayah DI.Yogyakarta. Bergabung dengan Cendana News bulan Agustus 2015. Sebelum bergabung di Cendana News, jurnalis, penulis dan fotografer di beberapa media cetak lokal.

Akun twitter @KOKOCND
Editor : ME. Bijo Dirajo / Fotografer : Koko Triarko
Lihat juga...