Mutu Produk dalam Negeri Memiliki Konsistensi Kualitas yang Tinggi

Jamu Gendong asli dari Sukoharjo, Jawa Tengah, laris manis karena digratiskan pihak panitia

JAKARTA — Menteri Perdagangan (Mendag) Thomas Trikasih Lembong yang membuka Pameran Pangan Nusantara dan Pameran Produk Dalam Negeri (PPN-PPDN) 2015 di Lapangan Banteng, Jakarta menyebutkan mutu produk dalam negeri memiliki konsistensi kualitas yang tinggi. 

“Kalau secara fundamental, mutu bahkan konsistensi produk lumayan. Sudah sangat meyakinkan. Hampir semua orang setuju dengan penilaian tersebut,” katanya di Lapangan Banteng, Jakarta, Kamis (05/11/2015).

Dalam pameran tersebut Kementerian Perdagangan juga mengatakan, pihaknya telah memfasilitasi sekitar 22 ribu usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dalam berbagai kegiatan, salah satunya pameran ini.  Dia juga mengklaim bahwa setiap pameran yang dilakukan juga mampu mencetak lapangan kerja baru
“Pameran seperti ini mampu mencetak wirausahawan dan membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat,” ujarnya, Kamis, 5 November 2015. 
Event atau pameran terbesar produk pangan dan produk dalam negeri merupakan kegiatan rutin tahunan, dan penyelenggaraan saat ini merupakan ke 10 yang dilaksanakan dari Kamis – Minggu, tanggal 5 – 8 November 2015. Sedangkan jam buka selama pameran dimulai pada pukul 10:00 hingga pukul 22:00 WIB.

Pantauan Cendana News di lokasi pameran, walau siang hari, namun warga masyarakat sangat antusias mendatangi satu per satu stand pameran, ada yang sekedar melihat – lihat, ada pula yang ” memborong ” berbagai aneka produk dan makanan tradisional yang mereka sukai. Selama pameran yang berlangsung selama empat hari ini gratis alias tidak dipungut biaya sepeserpun.

Titik, seorang penjual jamu gendong tradisional Sabdo Waras asli Sukoharjo saat ditemui Cendana News di arena pameran mengatakan, selama empat hari dirinya berjualan jamu di sini, karena disewa sebuah event organizer, jadi siapa saja dapat  minum jamu gratis gak usah bayar.

Sementara itu. pengrajin mutiara dari Bau – Bau, Provinsi Sulawesi Tenggara juga memamerkan mutiara asli dengan harga per bijinya Rp. 50.000.

“Ini merupakan salah satu hasil kerajinan khas asli Indonesia asal Sulawesi Tenggara,” kata Amin pengrajin mutiara yang ditemui Cendana News.

Tercatat mulai Provinsi Daerah Istimewa Aceh, dengan ibu kota Banda Aceh hingga Provinsi baru ke 34 Kalimantan Utara ( Kaltara ) yang beribu kota di Kota Tanjung Selor, antusias  mengikuti event pameran yang diselenggarakan oleh Kementrian Perdagangan selama empat hari di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat.[JURNALIS : EKO SULESTYONO]

Produk unggulan asli daerah beripa mutiara asli asal Bau – Bau, Provinsi Sulawesi Tenggara

Lihat juga...