Nelayan Pesisir Kalianda Gelar Tradisi Ruwat Laut

LAMPUNG — Masyarakat nelayan pesisir Kalianda menggelar tradisi ritual ruwat laut di dermaga Boom Lampung Selatan. Ratusan nelayan yang sebagian besar merupakan nelayan setempat dan beberapa nelayan dari wilayah kecamatan lain pun terlihat ikut berpartisipasi.
Sebagian besar nelayan, sebelum tradisi ritual ruwat laut tersebut terlihat menghiasi perahu mereka dengan berbagai hiasan, mulai dari bendera warna warni,berbagai sajian makanan dan minuman ringan yang digantungkan di tiang tiang kapal bahkan sebagian menghias perahunya semeriah mungkin.
Menurut salah satu nelayan yang bersandar di dermaga Boom Kalianda, Somad (40) ruwat laut diawali dengan berbagai kegiatan, diantaranya perarakan perahu buatan yang akan digunakan untuk melarung sesaji di perairan laut Kalianda.
“Arak arakan dilakukan sejak pagi menyusuri jalan jalan kota Kalianda dan akan berakhir di dermaga boom Kalianda untuk selanjutnya dilakukan larung sesaji di tengah laut,”ungkap Somad saat diwawancarai di kapal tradisional miliknya.
Tradisi ritual ruwat laut yang digelar dengan rangkaian berbagai acara tersebut sebelumnya sudah diisi dengan berbagai kegiatan diantaranya kesenian wayang golek semalam suntuk, hiburan organ tunggal selanjutnya dilakukan perarakan perahu sesaji pada pagi harinya. Warga sekitar Kalianda bahkan bisa menikmati sajian kuliner berbahan olahan laut atau membeli hasil tangkapan nelayan yang dijual nelayan setempat.
Tradisi ritual ruwat laut yang dipusatkan di  Dermaga Bom, Kalianda itu menurut para nelayan merupakan tanda rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa  atas berkah hasil laut yang telah diperoleh para nelayan dalam kurun satu  tahun belakangan ini. Ritual ruwat laut yang dilakukan dalam kurun waktu satu tahunan ini juga menjadi kegiatan melestarikan tradisi nelayan pesisir Kalianda.
Salah seorang pembina nelayan Kalianda, Misri  menuturkan, ruwat laut atau pesta laut merupakan tradisi tahunan masyarakat nelayan, Kalianda. Menurutnya, untuk puncak acara ruwat laut, ditandai dengan melarung kepala kerbau, dan sesaji lainnya di perairan laut Kalianda diiringi oleh ratusan perahu nelayan di Kalianda.
Tradisi ruwat laut yang masih dipertahankan sampai saat ini tersebut menurutnya merupakan upaya nelayan setempat melestarikan tradisi syukur nelayan yang menggantungkan hidupnya dari mencari ikan dan hasil laut lainnya di perairan Selat Sunda.
Dermaga boom Kalianda yang menjadi pusat kegiatan ritual ruwat laut merupakan salah satu tempat pendaratan ikan yang ada di Lampung Selatan. Beberapa tempat pendaratan ikan di Lampung Selatan diantaranya dermaga Muara Piluk Bakauheni, dermaga Way Muli Rajabasa, dermaga Ketapang.
Jumlah nelayan di dermaga boom Kalianda hingga saat ini mencapai lebih kurang 400 lebih kapal nelayan berbagai ukuran 5 GT hingga kapal kapal jenis bagan congkel yang mencapai 25 GT. Sebagian besar nelayan Kalianda menggantungkan hidupnya dari melaut di perairan Selat Sunda dan sekitarnya.

JURNALIS : HENK WIDI

Bergabung dengan Cendana News pada bulan November 2014. Dengan latar belakang sebagai Jurnalis lepas di beberapa media dan backpacker, diawal bergabung dengan Cendana News, Henk Widi fokus pada pemberitaan wisata dan kearifan lokal di wilayah Lampung dan sekitarnya.

Twitter: @Henk_Widi
Lihat juga...