Objek Wisata Kuliner TPI Bom Kalianda Terus Dibenahi

Objek wisata kuliner TPI Bom Kalianda
LAMPUNG — Lokasi tempat wisata kuliner Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Bom Kalianda terus dibenahi dengan berbagai fasilitas umum. Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan bahkan tengah menyelesaikan pembangunan peningkatan infrastruktur tahap keempat yang menambah lokasi tersebut lebih menarik baik di siang maupun malam hari.
Pembangunan infrastruktur yang dilakukan oleh Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Lampung Selatan tersebut diantaranya menambah jogging track atau trotoar bermotif ornamen tapis serta penambahan fasilitas lain. 
Pantauan Cendana News, pembanguan tahap sebelumnya area wista kuliner tersebut sudah dilakukan pembuatan Giant Letter bertuliskan Kuliner Kalianda, pembuatan amphiteater serta pembuatan area untuk pertunjukan.
Amphiteater berbentuk bulat tersebut bahkan sudah sering digunakan warga sekitar untuk bermain bersama keluarga sambil menikmati suasana sore saat matahari terbenam di Selat Sunda. Sementara sarana lain yang sedang dibenahi diantaranya penambahan lampu lampu hias dengan dominasi ornamen Siger.
“Selain itu sedang dibuat beberapa lampu hias penunjang serta atap di area Amphiteater agar saat pagelaran pertunjukan bisa lebih teduh, apalagi saat panas atau hujan,”ungkap Joni salah satu pekerja yang merupakan rekanan dinas pekerjaan umum kepada Cendana News, Senin (23/11/2015).
Berdasarkan plang proyek pengerjaan pembangunan infrastruktur pengembangan wisata kuliner TPI Bom tahap empat tersebut didanai dari APBD 2015 dengan biaya mencapai 2,9 Milyar. Pengerjaan selama 120 hari kalender dan dikerjakan PT Asri Fariz Jaya tersebut terus dikebut untuk menarik minat pengunjung berkunjung ke tempat wisata kuliner Kalianda tersebut.
Lokasi tersebut cukup strategis, ditambah daya tarik tempat pelelangan ikan yang menyediakan ikan segar untuk masyarakat. Tidak ketinggalan kantin kantin tempat penjualan kuliner berbahan ikan segar diantaranya penjualan pepes ikan, ikan bakar, serta produk olahan ikan yang disediakan dalam bentuk lesehan. 
“Lokasi ini tentunya sangat cocok untuk wisata keluarga karena bisa menjadi tempat memperlihatkan kapal kapal nelayan, matahari terbenam, transaksi ikan di pelelangan,”ungkap Wiwin salah satu warga Kalianda.
Ia berharap pengembangan wisata kuliner Kalianda benar benar bisa mengakomodir kebutuhan warga akan sarana rekreasi yang lebih baik di Kalianda. Lampu lampu hias yang sedang dikerjakan dari pantauan media CDN terlihat menjadi lokasi menarik bagi pengunjung yang hendak mengabadikan suasana sore di lokasi tersebut.
TPI Boom akan Menjadi Lokasi Tiga Peringatan Sekaligus
Lokasi tempat wisata kuliner TPI Bom Kalianda bahkan akan menjadi pusat peringatan Hari Perkelapaan Dunia, Hari Pangan Sedunia dan Hari Nusantara 2015 yang diperingati secara bersamaan oleh pemerintah kabupaten Lampung Selatan.
Asisten Ekonomi dan Pembangunan Ir Erlan Murdiantono sebelumnya mengungkapkan acara tahunan tersebut akan digelar Selasa esok (24/11) dan akan dihadiri oleh staf ahli dari Institut Pertanian Bogor (IPB), Komunitas Asian Pasific Coconut Community (APCC) dan Balai Riset Perkelapaan.
“Lokasi sudah kita siapkan untuk kegiatan besok dan lihat sudah ada tenda tenda di dermaga boom Kalianda dan kegiatan peringatan yang dijadikan satu agar lokasi kuliner Bom Kalianda lebih dikenal masyarakat,,”ungkap Erlan Murdiantono saat dikonfirmasi.
Selain pusat Hari Perkelapaan, peringatan Hari Pangan Sedunia akan dimeriahkan dengan festival makanan khas daerah Lampung pesisir berbasis ikan khususnya wisata kulier yang disuguhkan oleh lima marga adat di Lampung Selatan. Selain menyajikan kuliner sebagai bagian dari masyarakat pesisir, kegiatan tersebut merupakan wujud pelestarian sumber daya alam untuk menuju kemandirian pangan di Lampung Selatan.

JURNALIS : HENK WIDI

Bergabung dengan Cendana News pada bulan November 2014. Dengan latar belakang sebagai Jurnalis lepas di beberapa media dan backpacker, diawal bergabung dengan Cendana News, Henk Widi fokus pada pemberitaan wisata dan kearifan lokal di wilayah Lampung dan sekitarnya.

Twitter: @Henk_Widi
Editor : ME. Bijo Dirajo / Fotografer : Henk Widi
Lihat juga...