Ojek Pangkalan Keluhkan Keberadaan Ojek Online di Yogyakarta

Setyo Damar Raharjo, tukan ojek pangkalan
YOGYAKARTA — Keberadaan ojek online dikeluhkan oleh tukang ojek pangkalan. Mereka menilai kehadirian ojek online mengancam tukang ojek tradisional.
Setyo Damar Raharjo (55), tukang ojek sepeda motor yang biasa mangkal di kawasan perempatan Degolan, Umbulmartani, Ngemplak Sleman, Jalan Kaliurang Km 15, Yogyakarta, ditemui Rabu (18/11/2015) mengaku kian disulitkan dengan adanya ojek online. 
Kendati dampak dari adanya ojek online belum begitu terasa, namun Damar memastikan jika ojek online itu akan mengurangi pendapatannya. Di tengah sulitnya mencari langganan dikarenakan banyak yang memiliki kendaraan pribadi, pasti akan semakin susah dengan keberadaan ojek online.
Damar yang sejak tahun 1989 sudah menjadi tukang ojek itu menuturkan, selama ini dirinya hanya bisa bertahan. Angkutan umum sudah banyak, sepeda motor juga semua warga memiliki. 
“Sekarang tukang ojek hanya untung-untungan. Kadang sehari dapat uang, kadang sehari uang saku dari rumah malah habis buat bensin dan makan,” ungkap Damar, sembari menambahkan jika tak ada kemungkinan lain untuk alih profesi. 
“Mau bertani tidak punya sawah, mau usaha tidak punya modal. Cari kerja juga sudah umur,” imbuhnya.
Damar mengingatkan, jika di kawasannya itu pernah ada angkutan mobil mini carry, dan akhirnya menimbulkan konflik. 
“Rebutan wilayah bisa saja terjadi lagi”, katanya. 
Hal senada juga diungkapkan rekan seprofesinya, Bakdi Purnomo (68). Bakdi menuturkan, kika saat ini untuk mendapatkan pemasukan Rp. 25 Ribu saja susahnya bukan main. Jika dibanding dahulu sekitar tahun 1990-an, sangat jauh sekali. 
“Dulu, setengah hari bisa dapat 70-100 ribu. Sekarang, buat beli bensin saja kadang nombok,” katanya.
JURNALIS : KOKO TRIARKO

Jurnalis Cendana News wilayah DI.Yogyakarta. Bergabung dengan Cendana News bulan Agustus 2015. Sebelum bergabung di Cendana News, jurnalis, penulis dan fotografer di beberapa media cetak lokal.

Akun twitter @KOKOCND
Lihat juga...