Operasi Cempaka, Polsek Penengahan Amankan Pelaku Kriminal

LAMPUNG — Jajaran Polsek Penengahan berhasil mengamankan pelaku perjudian jenis koprok atau judi dadu dan pelaku pencurian dengan kekerasan di wilayah hukum Polsek Penengahan. Menurut Kapolsek Penengahan AKP Mulyadi Yakub, para pelaku diamankan dalam operasi Cempaka yang digelar Polres Lampung Selatan selama hampir satu bulan ini.
Para pelaku yang diamankan karena terlibat perjudian koprok diantaranya Hln (30), Sgr (29) warga Penengahan yang diamankan oleh Polsek Penengahan saat menggelar judi tersebut dalam kegiatan pertunjukan sulap. Para pelaku diamankan Kecamatan Ketapang Lampung Selatan.
“Berdasarakan laporan warga ada kegiatan perjudian koprok sehingga anggota melakukan pengamanan sesuai dengan misi operasi cempaka untuk meminimalisir judi dan tindak kejahatan lain,”ungkap Kapolsek Penengahan mendampingi Kapolres Lampung Selatan AKBP Adi Ferdian Saputra, Sabtu (14/11/2015).
Bersama tersangka diamankan barang bukti berupa uang tunai sebesar Rp275ribu, kabel lampu listrik serta perlatan perjudian berupa terpal plastik bergambarkan simbol angka dan kantong dadu.
Selain menangkap pelaku judi koprok, Polsek Penengahan juga berhasil mengamankan, Mhr (29) warga Penengahan sebagai pelaku pencurian terhadap warga Desa Pasuruan Kecamatan Penengahan. Korban bernama Wisnu Wibisono (34) mengaku telah menjadi korban tindak pidana pencurian sehingga kehilangan barang berupa 1 buah televisi LED 32 inchi, 1 buah kompor gas, PS 3 warna hitam, Megicom, panci serta berbagai peralatan rumah tangga lainnya senilai Rp.10juta.
“Modus pelaku dengan mengincar rumah korban yang berada dalam kondisi tidak terkunci rapat selanjutnya dimasuki dan menguras habis harta korban,”ungkap Mulyadi Yakub.
Selain itu, Polsek Penengahan juga berhasil mengamankan pencuri lainnya, SU (21) warga Penengahan yang terbukti mencuri tabung elpiji ukuran 3 kilogram di rumah Suyitno, warga Desa Pasuruan Kecamatan Penengahan.
Masih dalam operasi Cempaka tersebut, Polsek Penengahan juga mengamankan dua tersangka TR (24) dan YD ( 23) yang merupakan residivis pelaku pencurian dengan kekerasan terhadap pemilik kendaraan sepeda motor. Kedua pelaku diamankan oleh Polsek Penengahan saat melakukan razia rutin di Jalan Lintas Sumatera.
“Pelaku kita amankan setelah melakukan aksi pemerasan dan pencurian kepada para sopir yang melintas di Jalan Lintas Sumatera dan tersangka merupakan residivis kambuhan,”ungkapnya.
Para pelaku dalam menjalankan aksinya bahkan kerap menggunakan senjata tajam dan merampas harta korban berupa kendaraan roda dua dan harta korban disertai dengan pengancaman. Setelah berhasil merampas motor korban para pelaku menjual barang kejahatannya dengan upah Rp.450ribu.
“Kita masih melakukan pengejaran terhadap pelaku lain karena dalam menjalankan aksinya pelaku bekerjasama dengan pelaku lain,”ungkap Mulyadi Yakub.
Berdasarkan catatan kepolisian, para pelaku bahkan sebelumnya pernah mendekam di tahanan beberapa tahun lalu untuk kasus yang sama. Selain itu pelaku melakukan aksinya di wilayah Kecamatan Ketapang, Kecamatan Penengahan bahkan hingga Kecamatan Kalianda Lampung Selatan.
Para tersangka yang diamankan oleh Polsek Penengahan selama operasi cempaka diantaranya kasus perjudian, pencurian dengan pemberatan, serta pencurian dengan kekerasan hingga saat ini masih diamankan di Mapolsek Penengahan.
Pelaku perjudian, ungkap Mulyadi Yakub terancam dikenai pasal 3013 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 10 tahun penjara. Sementara untuk pelaku pencurian dengan pemberatan diancam dikenai pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara dan untuk pelaku pencurian dengan kekerasan diancam dengan pasal 365 KUHP dengan ancaman maksimal 5 tahun penjara.
“Pelaksanaan operasi cempaka di Polres Lampung Selatan sudah memasuki tahap akhir dan Polsek Penengahan berhasil mengamankan beberapa pelaku beberapa tindak pidana,”ujar Mulyadi Yakub.
Maraknya aksi tindak pencurian membuat Polsek Penengahan menghimbau kepada masyarakat untuk menjaga keamanan masing masing rumah dengan mengunci pintu rumah sebelum meninggalkan rumah , mengaktifkan kegiatan ronda dan siskamling. Selain itu pemilik kendaraan bermotor diharapkan memiliki kunci ganda untuk menghindari aksi kejahatan.
JURNALIS : HENK WIDI

Bergabung dengan Cendana News pada bulan November 2014. Dengan latar belakang sebagai Jurnalis lepas di beberapa media dan backpacker, diawal bergabung dengan Cendana News, Henk Widi fokus pada pemberitaan wisata dan kearifan lokal di wilayah Lampung dan sekitarnya.

Twitter: @Henk_Widi
Lihat juga...