Orangtua Siswa Pemegang Kartu BSM Tuntut Realisasi Dana Bantuan

Kepala Sekolah SMPN 06 Langkemajok, Kanis Kendok
FLORES — Orangtua siswa pemegang kartu Bantuan Siswa Miskin (BSM) di Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), menuntut pemberian dana bantuan di balik kepemilikan kartu tersebut segera direalisasikan, menyusul hingga tahun terakhir anak-anak mereka bersekolah, dana yang dijanjikan tidak pernah turun.
Dua orangtua, Mel Lanum dan Alo Sudin yang anak mereka bersekolah di SMPN 06 Langkemajok menyebutkan, anak mereka sudah lama memiliki kartu BSM. Semestinya kepemilikan kartu tersebut memberi jaminan untuk bisa mendapatkan bantuan. Namun, tidak demikian halnya yang dialami oleh dua anak mereka. 
“Kita sudah serahkan kartu BSM bersama kartu lain waktu itu. Tapi sampai anak saya tamat, tidak pernah ada bantuan,” ungkap Mel di Langkemajok, Rabu (11/11/2015).
Alo sendiri menuding kartu BSM telah membuatnya merasa dibohongi. “Katanya setiap siswa yang punya kartu ‘kan dijamin ada bantuan. Ternyata tidak begitu untuk anak saya. Tidak apa-apa sebenarnya kalau tidak ada penjelasan di kartu. Kalau yang lain ada. Saya tanya di sekolah, katanya sudah diproses. Mereka bilang, pusat yang putuskan apakah dapat bantuan atau tidak. Ini ‘kan aneh. Padahal nama anak saya sudah di pusat. Buktinya mereka kasih kartu,” celoteh Alo di Kampung Lala, Rabu (11/11/2015).
Alo mengakui, anaknya pernah satu kali diberikan bantuan pada tahun 2012/2013. Jumlah yang yang diterimanya pun tidak sesuai dengan nominal yang menjadi ketentuan. Berdasarkan informasi di kartu BSM, nominal dana BSM untuk tingkat SMP per semester adalah Rp375.000. 
“Waktu itu saya terima Rp250.000. Kalau berdasarkan kartu, saya lihat Rp375.000 per semester,” tuturnya.
Sementara itu, saat dimintai konfirmasi terkait dengan hal ini, Kepala SMPN 06 Langkemajok, Kanis Kendok menjelaskan, pihaknya baru dua tahun menjabat sebagai kepala sekolah di lembaga tersebut dan tidak mengetahui soal dana sebesar Rp250.000 yang pernah diterima oleh para siswa pada tahun 2012/2013.
 “Kalau itu, saya tidak tahu. Saya belum kepala sekolah di sini waktu itu. Itu dengan kepala sekolah sebelumnya. Jadi, saya tidak bisa beri tanggapan,” ujar Kanis di ruang kerjanya, Rabu (11/11/2015).
Lebih lanjut, terkait dengan dana BSM selama masa kepemimpinannya, Kanis mengakui, pihaknya setiap tahun telah menyampaikan usulan. Bahkan pihaknya tidak hanya mengusulkan siswa yang memiliki kartu, tapi juga mereka yang tidak memiliki kartu. 
“Semua saya usulkan, baik yang punya kartu maupun yang tidak. Kemudian ada yang tidak dapat, itu kewenangannya di pusat. Kita hanya mengusulkan,” imbuhnya menerangkan.[JURNALIS : FONSI ECONG]
Lihat juga...