Organda Tampung Keluhan Sopir Soal Retribusi di Pelabuhan Bakauheni

Peremuan Organda
LAMPUNG — Organisasi Gabungan Angkutan Darat (organda) menampung keluhan sopir yang melakukan aktivitas di Pelabuhan Bakauheni. keluhan tersebut terungkap dalam pertemuan dengan Manager Operasional PT ASDP Bakauheni, Heru Purwanto di kantornya, Kamis (05/11/2015).
Manager operasional PT ASDP Bakauheni, Murza menyampaikan keluhan para sopir travel, dimana selama ini para sopir mengaku ditarik pungutan dengan besaran Rp.5ribu-Rp.10ribu saat akan masuk ke terminal Pelabuhan Bakauheni tersebut.
“Para sopir tidak mempermasalahkan jika ada standarisasi serta adanya tiket namun saat ini tidak ada bukti tersebut dan kami selalu ditarik saat keluar dari terminal Bakauheni,”ungkap Murza menirukan keluhan para sopir.
Ia berharap PT ASDP dan Dinas Perhubungan yang mengutip biaya untuk retribusi bisa memberikan keringanan kepada para sopir terkait biaya retribusi yang bahkan jika menginap bisa membayar lebih besar.
Sementara itu Manager Operasional PT ASDP Heru Purwanto mengaku belum bisa menjawab persoalan tersebut. Sebab selama ini retribusi parkir yang ditarik PT ASDP di pos 1 tepatnya pintu masuk pelabuhan Bakauheni merupakan resmi dan masuk ke pemerintah daerah Lampung Selatan.
“ASDP memang mengelola retribusi pelabuhan dan kami setor sebesar 30 persen ke pemerintah daerah tapi terkait tarikan lain itu silakan ditanyakan langsung ke Dishub,”terangnya.
Murza dan Heru sepakat akan membicarakan hal tersebut bersama Organda, Dishub serta pihak terkait mengenai terjadinya penarikan uang di terminal Pelabuhan Bakauheni yang dikeluhkan semua sopir. Organda berharap besaran pungutan tersebut tidak memberatkan mereka yang melakukan usaha di pelabuhan Bakauheni dalam penyediaan transportasi publik.
Pantauan media Cendananews.com beberapa Closed Circuit Television memantau seluruh area dermaga di pelabuhan Bakauheni termasuk di semua pintu masuk pelabuhan Bakauheni. Para pengendara terlihat hanya menggunakan satu pintu masuk semenjak pintu kedua pelabuhan Bakauhenu tidak diberlakukan dan pemberlakukan satu jalur diterapkan. 

JURNALIS : HENK WIDI


Bergabung dengan Cendana News pada bulan November 2014. Dengan latar belakang sebagai Jurnalis lepas di beberapa media dan backpacker, diawal bergabung dengan Cendana News, Henk Widi fokus pada pemberitaan wisata dan kearifan lokal di wilayah Lampung dan sekitarnya.


Twitter: @Henk_Widi
Lihat juga...