Pedagang Tolak Alih Fungsi Pasar Lama Kota Ambon

Demo pedagang di Balai Kota Ambon
AMBON — Rencana Pemerintah Kota Ambon menjadikan Pasar Lama di Kelurahan Hunipopu Kecamatan Sirimau menjadi lokasi bongkar muat peti kemas PT Pelindo mendapat pertentangan dari pedagang. Bentuk penolakan, mereka menggelar aksi demo di balaikota, kemarin.
Pedagang menilai, pasar tersebut merupakan sesuatu yang harus dipertahankan, karena telah ada sejak zaman penjajahan Belanda, dan tahun 1970, Presiden ke-2 RI, HM. Soeharto juga telah membangun gedung sebagai pusat perbelanjaan. Namun gedung yang dibangun pak Harto tersebut akan dialihfungsikan untuk bongkar muat oleh penyewa.
“Pasar lama ini tempat bersejarah seharusnya Pemerintah Kota Ambon mempertahankannya. Mengapa pentingkan petikemas dan seenaknya memusnahkan pasar lama yang sudah jelas-jelas sebagai warisan membantu perekonomian kota Ambon,” kritik para pedagang di kantor Wali Kota Ambon.
Mereka menuntut sikap Pemkot Ambon agar bisa adil dalam aspek pembangunan masyarakat di kota bertajuk manise. 
“Jangan tebang pilih. Kami menolak direlokasi,” tegas pendemo.
Sementara itu, Wali Kota Ambon, Richard Louhenapessy saat menemui lima orang perwakilan untuk berdiskusi mengatakan, pihaknya bukan menggusur Pasar Lama, tapi hanya memindahkan pedagang ke pasar gotong royong yang telah disiapkan oleh Pemkot Ambon. Dengan alasa  demi kemaslahatan warga Kota Ambon 50 tahun kedepan.
“Menurut saya, ini mis komunikasi saja. Sebetulnya, sudah dibersihkan tanggal 9 November kemarin. Tapi, masih ada hambatan dan pasar lama tetap akan di bersihakan,” kata Wali Kota.
Keberadaan Pasar Lama sudah lama dan tidak dimanfaatkan untuk pedagang berjualan. 
“Kurang lebih ada sembilan hingga belasan pedagang saja disitu, selebihnya sudah dipakai untuk tempat tinggal. Sehingga kita akan manfaatkan dan kerjasama  dengan Pelindo dengan tujuan tertib dan kembali produktif secara ekonomi,” katanya.
Pasar Lama harus dikosongkan sebab Pemkot Ambon menyewakannya kepada Pelindo. “
Pasar Lama aset Pemkot. Jadi, bukan diserahkan Pemkot ke Pelindo, tapi hanya menyewakannya,” katanya.
JURNALIS : SAMAD VANATH SALLATALOHY

Jurnalis Cendana News wilayah Maluku. Sebelum bergabung dengan Cendana News sudah menjadi jurnalis di beberapa media cetak lokal. Bergabung Cendana News mulai pertengahan 2015.

Akun twitter : @vanlohy
Lihat juga...