Pelajaran Bahaya Laten Komunis Penting Diterapkan di Sekolah

Mantan Wakil Pimpinan Harian Pusat Pemberitaan ABRI Era Soekarno, Joseph Blasius Bapa

JAKARTA — Mantan Wakil Pimpinan Harian Pusat Pemberitaan ABRI Era Soekarno, Joseph Blasius Bapa menyebutkan,  sejak tahun 1926, 1946, (pemberontak madiun 1948) dan (gerakan 30 September 1965) hingga saat ini upaya mengganti Pancasila dengan ideologi komunis masih mengancam Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Dan generasi muda harus mewaspainya paham tersebut yang saat ini bersembunyi di balik jubah demokrasi.
“Periodesasi dari kejadian kejadian itu merupakan fakta sejarah, mestinya generasi muda sekarang ini, diberi penjelasan melalui organisasi ekstra dan pendikan formal,” ujar Joseph Blasius Bapa kepada cendana news saat ditemui di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (03/11/2015).
Disebutkan, semua pihak memiliki tanggung jawab untuk menjelaskan secara detail perihal paham komunis kepada generasi penerus bangsa terutama yang masih di bangku sekolah. Mencantumkan materi pelajaran tentang bahaya laten komunis di semua lembaga pendidikan, serta senantiasa dididik dan dikembangkan ke arah lebih baik.
“Jadi, mendidik generasi muda, salah satunya melalui organisasi ekstra kurikuler, tidak boleh memutar balikkan fakta tentang sejarah yang sebenarnya,” Jelasnya
Dirinya menyebut kurangnya pemahaman generasi muda terhadap faham komunis, karena belum menerapkan sistem pendidikan secara maksimal. Kurangnya pemahaman generasi sekarang terhadap bahaya laten komunisme karena informasi yang mereka terima tidak bersifat faktual.
Jadi generasi muda reformasi sekarang ini harus ditanamkan satu pemahaman sejarah yang benar,” tutupnya.

JURNALIS : ADISTA PATTISAHUSIWA

Jurnalis Cendana News wilayah DKI. Jakarta. Bergabung dengan Cendana News pada Juni 2015. Sebelum bergabung dengan Cendana News, jurnalis di beberapa media lokal dan nasional.

Akun twitter : @dinopattisdebby

Lihat juga...