Pelukis Kota Malang Terapkan Disiplin dengan ‘Kluyuran’

Yon Wahyuono
MALANG — Salah satu pelukis senior di kota Malang, Yon Wahyuono sudah berpengalaman dan melahirkan banyak karya, baik berupa lukisan maupun karya seni instalasi. Laki-laki berusia 67 tahun yang lebih akrab disapa Bung Yon ini pernah menempuh pendidikan sarjana di IKIP Malang (Universitas Negeri Malang) dengan mengambil jurusan seni rupa.
Sebelum dirinya memutuskan untuk menjadi seorang pelukis atau perupa, selepas lulus kuliah Bung Yon sempat menjadi seorang dosen dan mengajar di IKIP Malang selama 10 tahun (1985-1985). Setelah itu barulah mulai berpetualang (kluyuran) di berbagai kota yang terdapat tempat berkesenian untuk belajar berkesenian lebih dalam lagi terutama dunia seni lukis.
“Bagi saya, kluyuran merupakan disiplin. Kalau di Tentara disiplin itu seperti apel pagi dan sore, namun bagi saya disiplin itu ya kluyuran,” ujarnya.
Dari kluyuran itu, dirinya mendapatkan pelajaran dan juga inspirasi dari berbagai elemen masyarakat seperti tukang rombengan, nelayan, petani, kuli bagunan hingga dunia politikpun bisa menjadi inspirasi.
Disebutkan, sebagai seorang seniman banyak hal yang harus diserap. Akrab dengan dunia tari, teater, musik, seni tradisional, meskipun awalnya tidak bisa melakukan itu tapi tetap yakin kalau pori-pori ini terbuka pasti ada ilmu yang masuk dalam diri.
“Itu memberi kekuatan kepada jiwa, terutama pada saat berproses,” ujar laki-laki yang juga mengagumi karya-karya Khairil Anwar.
Perjalanannya mengaca dari orang-orang besar tapi yang sukses, salah satunya Khairil Anwar.
Seperti filsafatnya Khairil Anwar “Isi gelas, lantas tuangkan” yang berarti kalau diri kita tidak kita isi, lantas apa yang mau kita ekspresikan.
Pelukis dalam perjalanannya harus mengeksplorasi diri untuk mencari jati diri dan sudah selama 15 tahun ini saya mendalami aliran abstrak karena menurutnya melalui karya abstrak bisa melampiaskan letupan ekspresi saya.
Dia juga berpesan bagi para pemula yang ingin memulai berkesenian, baik seni melukis atau seni yang lain hendaknya terus bekerja keras dan percaya bahwa setiap langkah hidup kita ini tidak ada yang mubadzir.
Dia juga mengharapkan pemerintah khususnya Pemkot Malang untuk lebih memperhatikan para seniman dengan cara membuka jaringan, melakukan pertukaran ke luar daerah maupun ke luar negeri.
“Apabila para seniman ini benar-benar serius, berilah mereka hibah,” ucap pria yang juga merupakan anggota Dewan Kesenian Malang.
JURNALIS : AGUS NURCHALIQ

Jurnalis Cendana News wilayah Jawa Timur/Malang. Gabung dengan Cendana News Maret 2015. 

Akun twitter : @shugabst2
Editor : ME. Bijo Dirajo / Fotografer : Agus Nurchaliq
Lihat juga...