Pemprov Maluku Wajib Tangani KAT Secara Komprehensif

Habiba Pellu
AMBON — Warga masyarakat yang notabenenya adalah Komunitas Adat Tertinggal (KAT) di Provinsi Maluku selama ini merasa kurang diperhatikan oleh pemerintah. Seperti yang terjadi di Kabupaten Maluku Tengah dan Kqbupaten Buru Provinsi Maluku. Pasalnya, selama ini warga Komunitas Adat Tertinggal di dua wilayah tersebut jarang tersentuh pembangunan.
Hal tersebut diungkapkan Ketua Fraksi Kebangkitan DPRD Provinsi Maluku, Habiba Pellu kepada Cendana News di Ambon, Sabtu (14/11/2015). Dia meminta Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah, Provinsi Maluku, yang berencana merelokasi Komunitas Adat Tertinggal (KAT), asal Kecamatan Seram Utara selaku korban kebakaran hutan dan lahan, wajib ditangani komprehensif dan berkesinambungan.
Habiba menyebut, jika Pemkab Maluku Tengah ingin merelokasi warga KAT Seram Utara, jangan hanya memberikan perhatian serius pada langkah awal, tapi kemudian fakta lapangan malah dibiarkan begitu saja.
Menurut Habiba, Komunitas Adat Tertinggal seperti dimiliki Pemkab Maluku Tengah dan Kabupaten Buru, harus memiliki konsep program yang jelas dan berkesinambungan.
“Sehingga program relokasi, bisa memajukan dan mensejahterakan KAT untuk mudah mendapatkan berbagai akses pembangunan secara langsung, dan mereka tidak kembali lagi hidup terasing di lingkungan semula,” jelasnya.
Selain itu, Habiba juga menekankan kepada pemerintah daerah agar lebih mengutamakan program transmigrasi lokal guna memberdayakan Komunitas Adat Tertinggal, dengan tujuan agar mampu meningkatkan kesejahteraan mereka .
Dia menegaskan, orang lokal yang ikut program transmigrasi dinyatakan malas itu hanyalah slogan lama. “Karena mereka tidak diperhatikan secara baik lewat penyiapan program berkesinambungan. Nah saat ini,  penduduk lokal yang membutuhkan lahan membangun rumah saja harus membeli tanah dari transmigran asal daerah lain,” tandasnya.
Sementara itu, Bupati Maluku Tengah, Abua Tuasikal mengatakan, ia bersama pihaknya sudah berencana merelokasi warga korban kebakaran hutan dan lahan di Kecamatan Seram Utara.
“Terutama bagi mereka yang tergolong Komunitas Adat Tertonggal di Manoa Tinggi maupun Manoa Rendah yang mengungsi karena rumah terbakar,” katanya.
Soal penanganan pengungsi, pihak BPBD sudah memberikan jaminan. “Seperti Manoa Rendah maupun Manoa Tinggi Pemkab Maluku Tengah akan merelokasi mereka di tempat-tempat yang bisa dijangkau dan bisa terakses,” katanya.
Alasannnya, program relokasi KAT dilakukan karena selama ini, para warga KAT khususnya di Maluku Tengah berdomisili di tempat terpencil yang jauh di atas gunung, sehingga berbagai akses fasilitas umum pemerintah belum mereka nikmati.
JURNALIS : SAMAD VANATH SALLATALOHY

Jurnalis Cendana News wilayah Maluku. Sebelum bergabung dengan Cendana News sudah menjadi jurnalis di beberapa media cetak lokal. Bergabung Cendana News mulai pertengahan 2015.

Akun twitter : @vanlohy
Lihat juga...