Pengamat: Bela Negara Itu Harus Terpilih, Jangan Dimassalkan

akademisi Unair, Prof. M. Zaidun
SURABAYA — Bela negara yang diprogramkan oleh Kementerian Pertahanan menurut sebagian kalangan dianggap kurang baik, mengingat bela negara dimassalkan atau terbuka untuk umum dan dapat menjadi boomerang.
“Bela negara harus terpilih, jangan dimassalkan,” jelas pakar hukum sekaligus akademisi Universitas Airlangga (Unair), Prof. M. Zaidun kepada Cendana News, Jumat (20/11/2015).
Ia khawatir jika dimassalkan dan anggotanya tidak dipilih nantinya bisa menjadi bomerang untuk bangsa Indonesia. Ia takut jika nanti seperti PKI, masyarakat dipersenjatai dengan alasan bela negara, padahal bukan.
“Tapi, saya yakin kalau masyarakat sekarang dapat bertindak positif, tidak negatif seperti PKI,” tegasnya.
Prof, M. Nasih
Sementara itu, Rektor Unair, Prof. M. Nasih mengaku jika bela negara merupakan erat kaitannya dengan rasa kebangsaan. Dimana rasa bangga dan cinta tanah air dalam kondisi apapun.
“Terutama para mahasiswa, harus bisa berkontribusi kepada bangsa dan negara dalam menghadapi berbagai masalah negara, jangan hanya mengkritik dan menyalahkan pihak tertentu,” ujarnya.
Ia menegaskan mahasiswa utamanya, harus didorong cinta dan bangga terhadap tanah air. Apalagi peran mahasiswa sebagai agent of change bisa membawa perubahan yang lebih baik.
JURNALIS : CHAROLIN PEBRIANTI

Jurnalis Cendana News wilayah Jawa Timur. Gabung dengan Cendana News Mei 2015. 

Akun twitter : @charolineemoo
Lihat juga...