Pengamat: Terkait Freeport, Pemerintahan Jokowi-JK Khianati NKRI

Salamuddin Daeng

JAKARTA — Pengamat ekonomi politik dari Asosiasi Ekonomi Politik Indonesia (AEPI), Salamuddin Daeng mengatakan, selama setahun Negara kesatuan RI dibawah Pemerintahan Jokowi-JK terdapat  serangkaian pengkhianatan terhadap negara, bangsa, rakyat dan konstitusi.

Dia menyebut, Perlakuan Pemerintahan Jokowi terhadap PT Freeport itu senafas dengan kepentingan asing untuk melanjutkan investasi model kolonial di Indonesia.

“Pemerintah terus memberikan perlakuan istimewa kepada Freeport via Kementerian ESDM, dalam hal ini Menteri Sudirman Said terus melakukan berbagai manuver untuk menjadi antek Freeport,”sebut Salamuddin dalam rilis yang diterima Cendana News di Jakarta, Jumat (20/11/2015).

Salamuddin menyebutkan, ada tiga penghianatan yang dilakukan oleh Sudirman Said, yakni pertama, berusaha melakukan perpanjangan kontrak Freeport untuk menguasai tanah dalam jumlah yang sangat luas di Indonesia Timur, Papua.

Kedua, melakukan berbagai macam cara agar Freeport tetap dapat melakukan eksport bahan mentah dan tidak membuat pemurnian atau pengolahan di dalam negeri.

Ketiga, Sudirman Said melakukan berbagai upaya agar Freeport tidak perlu menjalankan kewajiban divestasi saham kepada Pemerintah Indonesia.

Dijelaskan, ketiga pengkhianatan Sudirman Said tersebut menjadi bukti bahwa Menteri ESDM adalah agen kolonial sejati.

Lebih lanjut, Salamuddin menilai apapun yang dilakukan pemerintahan Jokowi dan Sudirman Said berlawanan dengan amanat Konstitusi, UU tentang Minerba, serta pasal-pasal tentang divestasi yang tertuang dalam kontrak karya.

Semua kejahatan yang dilakukan oleh rezim Jokowi agar Freeport nyaman, dan bisa dengan sesuka hati mengeruk kekayaan alam, melanjutkan eksport bahan mentah, dan mengambil seluruh keuntungan pertambangan tanpa menyisakan sedikitpun untuk NKRI.

“Hancur semua wilayah penghidupan masyarakat di Papua, akibat Lingkungan terkontaminasi, kemiskinan rakyat Indonesia secara keseluruhan, beban keuangan di masa depan untuk memperbaiki lingkungan yang telah mengalami kerusakan yang mengerikan,” tutupnya.


JURNALIS : ADISTA PATTISAHUSIWA

Jurnalis Cendana News wilayah DKI. Jakarta. Bergabung dengan Cendana News pada Juni 2015. Sebelum bergabung dengan Cendana News, jurnalis di beberapa media lokal dan nasional. 

Akun twitter : @dinopattisdebby

Lihat juga...