Penjualan Rumah Menengah Atas di Kaltim Diproyeksi Turun

BALIKPAPAN — Realisasi penjualan rumah kelas menengah atas dan kelas mewah di Provinsi Kalimantan timur diproyeksi akan mengalami penurunan sekitar 60 persen hingga akhir tahun ini. 
Sekretaris Umum DPP REI Kaltim, Bagus Susetyo mengungkapkan, penurunan penjualan pada perumahan kelas menengah dan mewah ini karena secara langsung dampak lambatnya pertumbuhan ekonomi daerah. Apalagi biasanya tujuan konsumen membeli rumah kelas menengah atas dan kelas mewah adalah untuk investasi. 
“Konsumen yang membeli rumah kelas menengah bawah dan rumah sederhana itu untuk kebutuhan tempat tinggal dan kebutuhan yang mendesak. Sehingga penjualannya tetap bertahan di tengah perekonomian yang seperti ini,” terangnya, Selasa (17/11/2015).
Dengan kondisi penjualan yang menurun ini, pihaknya mendorong para pengembang di Kalimantan Timur tahun depan gencar membangun perumahan kelas menengah bawah dan perumahan sederhana agar unit tetap laku terjual. 
Selain itu, pemerintah pusat juga telah memberikan keringanan kepada masyarakat berpengsahilan rendah dalam kepemilikan rumah sederhana melalui subsidi uang muka kredit pemilikan rumah (KPR) yang pada tahun depan akan ditetapkan mencapai Rp12,5 triliun. 
Lebih jauh, Bagus mengatakan penjualan rumah kelas menengah atas bahkan membuat para pengembang yang tergabung di REI Balikpapan mau tak mau menyusun rencana untuk menurunkan harga jual rumah kelas menengah maksimal hingga 5 persen atas agar unit tetap dapat terjual. 
“Kondisinya sekarang ini pengembang berupaya untuk survive agar penjualan tetap ada dan perusahaannya tetap berjalan. Momentum yang tepat untuk membeli rumah, harga jual bisa jadi berada di titik terendah,” tandasnya. 

JURNALIS : FERRY CAHYANTI

Jurnalis Cendana News wilayah Balikpapan, gabung dengan Cendana News sejak awal tahun 2015. Sebelum bergabung dengan Cendana News, menjadi jurnalis di beberapa media online dan cetak lokal. 

Akun twitter @fer_rry

Lihat juga...