Penyeberangan Selat Sunda, PT WK Tambah Armada Baru

KMP Baru PT WK
LAMPUNG — Perusahaan pelayaran PT Windu Karsa (WK) menambah satu armada Kapal Motor Penumpang (KMP) jenis Roll on Roll Off (Roro) baru di lintasan Selat Sunda. Operator kapal di lintasan Selat Sunda tersebut bahkan sudah melakukan uji coba kapal baru yang diberi nama Adinda Windu Karsa Pratama selama dua kali pelayaran (trip) dalam pekan ini untuk uji coba sandar di dermaga Pelabuhan Merak Provinsi Banten dan Pelabuhan Bakauheni Provinsi Lampung.
Menurut Kepala Operasi PT Windu Karsa, Yus Sondakh saat dikonfirmasi Cendana News, penambahan armada baru tersebut karena potensi bisnis pelayaran untuk arus penyeberangan di lintasan Selat Sunda cukup menjanjikan dengan dibatalkannya proyek Jembatan Selat Sunda (JSS) sehingga otomatis penggunaan transportasi laut menggunakan kapal semakin diprioritaskan, selain itu proses pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera menjadi pertimbangan akan semakin perlunya armada kapal baru untuk mobilitas antar pulau.
“Selain beberapa aspek tersebut tentunya Windu Karsa sudah siap siap sebelum pemberlakuan syarat minimal kapal yang diperbolehkan beroperasi di Selat Sunda di tahun 2018 dibatasi hanya kapal yang berkapasitas minimal 5000GT,”ungkap Yus Sondakh di komplek perkantoran Gapasdap Bakauheni, Kamis (19/11/2015).
Menurutnya, kapal yang secara khusus didatangkan dari negara Jepang tersebut berbeda dengan kapal kapal lain yang ada di lintasan Selat Sunda. Jika kapal kapal lainnya rata rata merupakan kapal bekas, PT WK mendatangkan kapal baru buatan Jepang tahun 2015 untuk tambahan armada kapal milik PT Windu Karsa.
Selama ini PT Windu Karsa yang sudah menjadi perusahaan pelayaran di lintasan Selat Sunda sejak tahun 1982 sudah memiliki dua armada kapal yakni Kapal Motor Penumpang Windu Karsa Dwitya (WKD) dan Windu Karsa Pratama (WKP). Datangnya kapal yang diberi nama Adinda Windu Karsa tersebut ungkap Yus lebih besar dibandingkan dua kapal yang sebelumnya dimiliki PT Windu KArsa. Bahkan jika sebelumnya KMP Windu Karsa Pratama memiliki ukuran 3123 Gross tonnange (GT),sementara KMP Windu Karsa Dwitya hanya 2552 GT.
“Spesifikasi kapal baru yang kami beli dan diberi naman Adinda Windu Karsa untuk memperkuat armada kapal di Selat Sunda memiliki tonase 9269 GT yang sudah memenuhi standar untuk lintasan Selat Sunda,”ungkapnya.
Bahkan keberadaan kapal baru tersebut terang Yus Sondakh merupakan antisipasi akan dihentikannya operasi kapal kapal dengan GT dibawah 5000GT. Rencananya dua kapal milik WK akan dialihkan ke lintasan Selat Bali jika pelaksanaan standar minimal akan diberlakukan pada tahun 2018 mendatang.
Spesifikasi kapal baru Adinda Windu Karsa terang Yus diantaranya memiliki panjang 104 meter, lebar 22 meter. Kapal tersebut mampu menampung kendaraan sebanyak 200 unit kendaraan campuran dan 1000 penumpang pejalan kaki. Menggunakan mesin 2×1910 Horse Power menjadikan kapal ini merupakan kapal terbesar yag dimiliki PT Windu Karsa di Selat Sunda. Kapal ini pun bisa dipacu dengan kecepatan hingga 15 knot di perairan Selat Sunda.
Selain itu KMP Adinda Windu Karsa yang memiliki IMO: 97130009  dan dinahkodai Abdul Aziz tersebut memiliki Anak Buah Kapal (ABK) sebanyak 40 orang. Kapal yang memiliki warna dominan biru muda tersebut direncanakan akan beroperasi secara reguler pada awal bulan Desember mendatang dengan dermaga tiga sebagai dermaga sandar.
“Kita usahakan setelah uji coba ini akan segera dioperasikan secara reguler dan bisa melayani saat arus liburan akhir tahun dan awal tahun yang selalu penuh dengan orang yang akan berlibur,”ungkapnya.
Fasilitas di dalam kapal yang memiliki dua dek tersebut diantaranya dengan disediakannya beberapa kelas yakni kelas ekonomi sebanyak 800 bangku sofa, 200 kursi sofa kelas bisnis dan 100 kursi sofa kelas eksekutif. Perpindahan kelas dikenai biaya tambahan yang masih terjangkau oleh penumpang sehingga bisa memberi kenyamanan. Fasilitas kantin serta restorasi di dalam kapal juga diperuntukkan untuk memanjakan para penumpang yang akan menggunakan jasa pelayaran di lintasan Selat Sunda.
“Semua ruangan ekonomi, bisnis, eksekutif ber AC dan memang kami belum bisa memberikan fasilitas gratis karena kebijakan manajemen kami belum memberikan fasilitas tersebut,”ujar Yus Sondakh.
Yus Sondakh mengakui, saat ekonomi sedang lesu, Perusahaan pelayaran Windu Karsa terus melakukan peningkatan pelayanan. Sebab dalam satu kali trip di Selat Sunda, setiap kapal minimal memperoleh pendapatan dengan target  Rp25 juta untuk menutupi biaya operasional kapal. Ia berharap dengan proses pengerjaan jalan tol Trans Sumatera yang sedang diselesaikan akan memberi dampak positif bagi sektor usaha transportasi laut khususnya di lintasan Selat Sunda.
Sebelumnya manager Operasional PT Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (PT ASDP) cabang Bakauheni, Heru Purwanto menuturkan dengan kehadiran kapal baru milik PT Windu Karsa maka total kapal yang beroperasi di lintasan Selat Sunda mencapai 56 kapal dari sekitar 19 perusahaan pelayaran. Sementara kapal yang beroperasi rata rata perhari mencapai 22-27 kapal dengan asumsi sebagian kapal menjalani anchor, perbaikan dan docking di perairan Bakauheni dan Merak.
JURNALIS : HENK WIDI

Bergabung dengan Cendana News pada bulan November 2014. Dengan latar belakang sebagai Jurnalis lepas di beberapa media dan backpacker, diawal bergabung dengan Cendana News, Henk Widi fokus pada pemberitaan wisata dan kearifan lokal di wilayah Lampung dan sekitarnya.

Twitter: @Henk_Widi
Lihat juga...