Perempuan dan Anak Berhak Mendapatkan Pelayanan yang Lebih

AMBON — Pemerintah sudah sepatutnya memperhatikan dan menumbuhkembangkan kapasitas perempuan dan anak di Indonesia, utamanya lagi di Provinsi Maluku. Karena garansinya, adalah Pancasila dan UUD 1945. Tidak perlu membedakan jenis kelamin, kelas atau golongan. Semua Warga NKRI harus diperlakukan atau disetarakan dalam aspek pembangunan manusia di Indonesia.
Untuk meningkatkan kapasitas perlindungan Perempuan dan Anak di Malukuk hususnya, Badan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (BP3A) Provinsi Maluku, menggelar kegiatan peningkatan kapasitas pengelola(P2TP2A), se Malaku di Hotel Marina Kecamatan Nusaniwe Kota Ambon, Selasa (17/11/2015).
Kepala BP3A Provinsi Maluku, Sadli IE, kepada wartawan di Ambon usai kegiatan menyebut, adanya diskriminasi dan kekerasan terhadap perempuan dan anak yang terjadi hampir disemua sektor.
Hal itu, pasti memberikan dampak atau masalah yang harus dihadapi oleh perempuan dan anak.
“Sebab, dengan adanya Pusat Pelayanan Terpadu Perlindungan Perempuan dan Anak dan Lembaga Swadaya Masyarakat yang fokus untuk persoalan ini, akan menjawab semua kebutuhan tentang perempuan dan anak di Maluku, utamanya masalah kekerasan,” ujarnya.
Dijelaskan, perempuan dan anak dalam konteks hidup, merupakan orang yang selalu mendapatkan perlakuan yang tidak menyenangkan dari lingkungan, baik di lingkup keluarga maupun lingkungan tempat tinggaln mereka.
Beranjak dari problem tersebut, menurut Sadli, maka perempuan dan anak berhak mendapatkan pelayanan yang lebih baik dari waktu ke waktu.
“Bahkan perempuan dan anak se Maluku, berhak mendapatkan perlindungan karena sudah dijamin oleh undang-undang,” timpalnya.
Menyangkut kegiatan peningkatan kapaistas perempuan dan anak yang dilakukan bersama pihaknya, bukan hanya di Kota Ambon (Ibukota Provinsi Maluku) semata, tapi instansi yang dipimpinnya saat ini, akan terus menghimpun semua P2TP2A di 11 kabupaten dan kota termasuk LSM yang fokus menyangkut masalah perempuan dan anak tetap menggelar kegiatan peningkatan kapasitas perempuan dan anak di Maluku.
“Tujuannya, agar masalah diskriminasi atau kekerasan terhadap perempuan dan anak di Maluku, ditangani secara serius, guna mewujudkan keadilan dan kesetaraan gender. Tugas P2TP2A harus bisa melakukan tindakan nyata, ketika ada masalah menyangkut perempuan dan anak di Maluku wajib di advokasi,”tukasnya.
JURNALIS : SAMAD VANATH SALLATALOHY

Jurnalis Cendana News wilayah Maluku. Sebelum bergabung dengan Cendana News sudah menjadi jurnalis di beberapa media cetak lokal. Bergabung Cendana News mulai pertengahan 2015.

Akun twitter : @vanlohy
Lihat juga...