Petambak Sambut Postif Normalisasi Kanal Primer Lampung Selatan

Sebuah alat berat sedang mengeruk lumpur di dasar kanal
LAMPUNG — Ratusan petambak yang berada di Kecamatan Sragi Kabupaten Lampung Selatan Provinsi Lampung menyambut positif langkah pemerintah melakukan normalisasi kanal primer yang berada di wilayah tersebut. Ratusan hektar tambak di dua Kecamatan yakni Kecamatan Sragi dan Ketapang selama ini menghadapi persoalan ketersediaan air akibat pendangkalan kanal. Akibatnya debit air yang berasal dari perairan pantai Timur Lampung Selatan terhambat untuk pengairan lahan tambak.
Pelaksanaan pengerukan dasar kanal dengan menggunakan alat berat tersebut bahkan telah meningkatkan debit air yang sangat vital untuk para petambak tersebut. Salah satu petambak di Bunut, Kecamatan Ketapang, Muhadin (45) mengungkapkan, selama ini persoalan pendangkalan saluran atau kanal tersebut sering dikeluhkan para petambak.
“Saat air laut pasang kami masih mengalami kesulitan saat harus mengaliri lahan tambak mereka terutama dengan menyiapkan alat pompa air dan menggunakan selang panjang serta biaya operasional cukup tinggi,”ungkap Muhadin kepada Cendana News, Senin (16/11/2015).
Pengerjaan normalisasi kanal primer yang sudah dikerjakan oleh pemerintah dalam hal ini instansi terkait sudah berjalan selama hampir dua bulan tersebut bahkan sudah mencapai arah Bandaragung. Aliran air yang berasal dari laut mengalir melalui kanal selama ini bahkan kerap meluap mengakibatkan banjir bahkan pernah lahan tambak yang mencapai ratusan hektar tergenang banjir. 
“Daerah sekitar dua kecamatan ini bahkan menjadi langganan banjir akibat luapan kanal serta luapan Way Sekampung meskipun wilayah ini merupakan sentra budidaya ikan dengan sistem tambak,”ungkap Muhadin.
Muhadin yang memelihara ikan bandeng dan udang jenis windu mengungkapkan, usulan pengerukan serta normalisasi tersebut sebenarnya sudah diusulkan lebih dari setahun namun baru bisa direalisasikan beberapa waktu lalu. Bahkan saluran primer yang sangat vital tersebut merupakan jalan penghubung antar kecamatan pada bagian tanggul.
“Jalan yang menjadi penghubung antar desa dan antar kecamatan ini merupakan tanggul sehingga selain sebagai tanggul juga digunakan untuk jalan,”ungkap Muhadin.
Selama ini sebelum dilakukan normalisasi, air yang mengalir melalui kanal sulit dialirkan ke saluran saluran tersier yang mengairi lahan tambak. Bahkan untuk melakukan pengairan, petambak harus menggunakan mesin pompa dan menyiapkan selang berukuran cukup panjang untuk mengalirkan di saluran penampungan untuk selanjutnya dialirkan ke tambak. Akibat pendangkalan di saluran primer ratusan hektar tambak yang yang memanfaatkan air payau terpaksa tidak beroperasi akibat mengalami kekeringan.  Sebagian bahkan dibiarkan ditumbuhi rumput akibat tidak digarap terutama petambak tradisional.
“Kalau petambak yang memiliki modal besar masih bisa melakukan proses pompanisasi dari saluran primer sehingga masih beroperasi, tapi petambak rakyat harus menunggu musim hujan, beruntung dilakukan normalisasi yang dikerjakan hingga saat ini,”ujarnya. 
Berdasarkan pantauan Cendananews.com pekerja masih mengerjakan pengerukan lumpur di kanal tersebut menggunakan escavator. Suhadi (34) operator alat berat mengungkapkan pengerjaan masih akan terus dilakukan mengantisipasi datangnya musim hujan yang mulai melanda wilayah tersebut meski dengan intensitas sedang.
Selain digunakan untuk pengairan lahan tambak saat air surut saluran primer yang juga mengalirkan air dari way Sekampung yang belum tercampur air laut digunakan untuk pengairan lahan ribuan hektar sawah di lokasi tersebut. Salah satu petani di Desa Bunut, Sobri (34) mengungkapkan selama ini saluran primer tersebut dipisah menggunakan bendungan agar air yang berasal dari air pasang tidak tercampur dengan air dari sungai Way Sekampung.
“Salurannya memang satu tapi ada bendungan pemisah untuk penggunaan petani padi dan petambak, inilah uniknya saluran primer yang bisa digunakan petani sawah dan tambak ini,”terang Sobri.
Sobri bahkan berharap proses normalisasi bisa dilakukan tak hanya pada saluran untuk lahan tambak tapi juga untuk pengairan sawah. Saat ini musim kering membuat petani masih belum melakukan aktifitas tanam dan menunggu musim penghujan meskipun aliran air di kanal tersebut masih mengalir namun warga masih belum melakukan aktifitas tanam karena harus menggunakan mesin pompa.
Wilayah Kecamatan Ketapang yang merupakan kawasan minapolitan merupakan wilayah yang ditetapkan sebagai kawasan usaha tembak budidaya. Saat ini sebagian besar warga menggantungkan hidupnya dari sektor perikanan budidaya ikan baik bandeng serta udang windu.
Seorang pengendara melewati tambak
JURNALIS : HENK WIDI

Bergabung dengan Cendana News pada bulan November 2014. Dengan latar belakang sebagai Jurnalis lepas di beberapa media dan backpacker, diawal bergabung dengan Cendana News, Henk Widi fokus pada pemberitaan wisata dan kearifan lokal di wilayah Lampung dan sekitarnya.

Twitter: @Henk_Widi
Lihat juga...