PGSI Desak Presiden Tetapkan Guru Swasta Jadi Honorer K3

Demo Guru PGSI di depan Istana
JAKARTA — Ratusan massa yang tergabung dalam Pengurus Besar Persatuan Guru Seluruh Indonesia (PGSI) berunjuk rasa di Depan Istana Merdeka, Jakarta. Mereka mendesak Presiden untuk menetapkan guru sekolah swasta yang sudah bersertifikat pendidik (Lulus sertifikasi) sebagai honorer kategori-3/K3.
Pendemo menilai saat ini pemerintah tidak memperhatikan nasib guru swasta, padahal perguruan swasta, telah banyak berjasa mengantarkan kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia, seperti pada saat Indonesia masing dikuasai oleh pemerintahan kolonial Hindia Belanda dan penduduk Jepang.
“Sekolah swasta juga melahirkan tokoh tokoh pahlawan kemerdekaan RI,” ujar Ketua umum PGSI, Mohammad Fatah di depan Istana Kepresidenan, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta, Kamis (25/11/2015).
Muhammad Fatah menyebut, RA Kartini dan Dewi kartika sangat berjasa dalam mendidik kaum perempuan indonesia di era kolonial melalaui Perguruan Swasta, Sekolah swasta.
Namun, sebagian besar sekolah sekolah swasta yang didirikan atas dasar filosofi kebangsaan untuk ikut mencerdaskan kehidupan bangsa dengan menampung mayoritas murid tidak mampu, subsidi yang diperoleh terasa masih jauh dari harapan.
Mereka juga menilai dalam pemerintahan saat ini terdapat diskriminasi terhadap sekolah swasta. Diskriminasi tidak hanya dirasakan sebagai suasana subyektif, tetapi rill terdapat dalam peraturan perundang undangan.
Dijelaskan, Hingga saat ini quota sertifikasi untuk guru sekolah swasta jumlahnya masih dibatasi, Program penyetaraan golongan (inpassing) bagu guru swasta berubah ubah, dan pemberlakuan UU Aparatur sipil Negara (UU ASN) berdampak pada tidak jelasnya masa depan pemberian tunjuangan guru guru swasta.
Demo di depan Istana
JURNALIS : ADISTA PATTISAHUSIWA

Jurnalis Cendana News wilayah DKI. Jakarta. Bergabung dengan Cendana News pada Juni 2015. Sebelum bergabung dengan Cendana News, jurnalis di beberapa media lokal dan nasional. 

Akun twitter : @dinopattisdebby
Editor : ME. Bijo Dirajo / Fotografer : Adista Pattisahusiwa
Lihat juga...