PN Ambon Tangani 56 Perkara Kejahatan Seksual di 2015

Kantor Pengadilan Negeri Ambon
AMBON — Panitera Bidang Hukum Pengadilan Negeri (PN) Ambon, Alex Nahusona SH menyebutkan, dalam masa persidangan tahun 2015 yaitu Januari – Oktober 2015, jumlah kasus kekerasan seksual yang ditangani PN Ambon sebanyak 55 perkara.
Dirincikan, dari 55 perkara kekerasan seksual itu masing-masing, kasus pencabulan, pencabulan terhadap anak, persetubuhan dan persetubuhan dengan korban anak.
“Pada tahun sidang 2015 dalam kurun waktu Januari 2015 hingga Oktober 2015 ada 55 kasus kejahatan seksual,” ungkapnya kepada wartawan di kantor PN AMBON Rabu (24/11/2015) sore.
Dari ke lima puluh lima kasus kejahatan seksual tersebut, lanjutnya, 49 kasus sudah divonis oleh majelis hakim. Sedangkan sisanya, yakni kasus kejahatan seksual masih dalam proses persidangan.
Disamping itu, kasus kejahatan seksual pada masa persidangan 2015, PN Ambon juga menyidangkan delapan kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT).
Dikemukakan, dari delapan kasus tersebut, tujuh kasus diantaranya sudah divonis oleh majelis hakim yang memeriksa, mengadili dan memutuskan perkara-perakra dimaksud. Sedangkan satu kasus lainnya masih dalam proses persidangan.
Selain itu, untuk kasus penelantaran keluarga, selama kurun waktu bulan Januari 2015 hingga Oktober 2015, PN Ambon juga sudah menyidangkan dua perkara.
“Dari dua kasus tersebut, satu kasus telah di vonis, sedangkan sisa satu kasus lainnya masih dalam proses persidangan. Untuk kasus Kekarasan Terhadap Anak atau anak menjadi korban tindak pidana kekerasan, hanya satu kasus yang ditangani oleh PN Ambon untuk masa persidangan Januari 2015 hingga Oktober 2015. Satu kasus Kekerasan terhadap anak tersebut telah divonis majelis hakim,” paparnya.
Menyangkut, minimnya kasus kekerasan terhadap anak yang ditangani PN Ambon, lantaran banyaknya kasus dugaan kekerasan dengan korban anak-anak yang diselesaikan secara kekeluargaan oleh pihak pelaku dan korban saat penyidikan dan penyelidikan di Polisi.
“Faktor penyelesaian secara kekeluargaan dalam kasus kekerasan dengan korban anak-anak menjadi faktor utama minimnya kasus kekerasan terhadap anak yang ditangani Pengadilan Negeri Ambon. Jika kita mengikuti pemberitaan media, kasus tersebut cukup banyak. Tapi, dapat diselesaikan di tingkat Penyelidikan oleh dua belah pihak yang berperkara, “ tutupnya.

JURNALIS : SAMAD VANATH SALLATALOHY

Jurnalis Cendana News wilayah Maluku. Sebelum bergabung dengan Cendana News sudah menjadi jurnalis di beberapa media cetak lokal. Bergabung Cendana News mulai pertengahan 2015.

Akun twitter : @vanlohy
Editor : ME. Bijo Dirajo / Fotografer : Samad Vanath Sallatalohy
Lihat juga...