Prajurit Yontaifib-2 Marinir Gelar Latihan Terjun Free Fall

Latihan Terjun Free Fall

JAKARTA — Segenap prajurit Batalyon Intai Amfibi-2 Marinir  (Yontaifib-2 Mar) melaksanakan latihan terjun free fall di Pondok Cabe Tangerang, Banten, Jumat (20/11/2015).
Kegiatan yang berlangsung mulai tanggal 11 hingga 26 Nopember 2015 ini merupakan program latihan Standar Kemampuan Perorangan Lanjutan (SKPL) Triwulan III Tahun 2015 dengan materi latihan terjun dan operasi darat.
Dalam latihan yang dipimpin langsung Komandan Batalyon Intai Amfibi-2 Marinir Jakarta Mayor Marinir Charles Arianto Lumban Gaol tersebut para peterjun diangkut dari lapangan terbang Pondok Cabe dengan menggunakan pesawat Cassa dan Helly Bell milik TNI AL.
Adapun materi latihan yang dilaksanakan meliputi terjun refresing free fall, free fall terjun tempur (Junpur) siang hari, Junpur malam hari. Sementara itu, pada akhir latihan akan dilaksanakan terjun tempur serta operasi darat lanjutan di daerah latihan Jonggol dan sekitarnya.
Sedangkan materi yang dilatihkan dalam operasi darat meliputi patroli tempur, patroli penyelidik setitik dan daerah serta raid. Selain itu juga diinfiltrasikan satu tim dengan metode tertutup ke daerah latihan sebagai tim aju untuk membantu penyiapan droping zone.
“Tujuan latihan ini adalah untuk melatih kemampuan perorangan, kerjasama tim baik secara fisik dan mental, memelihara dan meningkatkan kemampuan terjun tempur serta meningkatkan keterampilan perorangan lanjutan”, ungkap Mayor Marinir Charles Lumbon Arianto Gaol selaku Pimpinan Latihan tersebut.
Sasaran dari latihan ini agar prajurit mempunyai kemampuan perorangan maupun tim dalam bidang keparaan yang mengacu pada pelaksanaan terjun tempur sebagai sarana mendekat ke sasaran (infiltrasi lintas udara) dan dilanjutkan dengan operasi darat. Dengan diadakannya latihan ini diharapkan mampu menambah kemampuan dan ketrampilan anggota prajurit Yontaifib-2 Marinir dalam mendukung tugas pokok.

Latihan Terjun Free Fall

JURNALIS : SARI PUSPITA AYU

Pimpinan Umum sekaligus penyusun konsep Cendana News pada awal September 2014 setelah sebelumnya bersama dengan Abdul Rohman dan Gani Khair menjadi penggerak Soeharto Center di wilayah Indonesia Tengah. 

Twitter: @saripuspitaayu
Lihat juga...