Pria ini Manfaatkan Limbah Gelas Air Mineral untuk Media Pembibitan

LAMPUNG—Pengggunaan bahan plastik untuk pengemasan minuman dan makanan menghasilkan limbah yang dibuang oleh masyarakat. Sampah plastik berupa wadah yang dibuang oleh masyarakat tersebut terkadang dibakar, dibuang atau didaur ulang setelah dikumpulkan oleh pengepul sampah plastik. Potensi yang cukup bagus tersebut dimanfaatkan oleh Idi Bantara, yang melihat potensi limbah bisa digunakan sebagai media pembibitan berbagai jenis tanaman sebelum ditanam di lahan perkebunan.
Idi Bantara mengungkapkan teknis pembibitan dan penanaman yang dapat mengedepankan karakteristik sumber daya pendukung di lokasi diantaranya limbah plastik, merupakan cara berpikir kreatif mensukseskan kegiatan penanaman masa depan terutama di pedesaan. Ia bahkan menegaskan penggunaan limbah untuk persemaian dilakukannya untuk meminimalisir penyebaran sampah yang tak bisa terurai oleh tanah.
“Ini hanya sebagai alternatif namun saya tetap mengembangkannya sebagai cara untuk memperbanyak tekhnik pembibitan, menyediakan pohon baru untuk ditanam masyarakat khususnya di pedesaan,”ujar Idi Bantara saat dikonfirmasi media Cendananews.com Jumat (6/11/2015).
Pemilihan limbah air mineral tersebut menurut Idi dengan alasan di seluruh pelosok saat ini sudah sangat mudah menemui sampah atau limbah air mineral dibandingkan memperoleh polybag yang diperoleh dengan cara membeli. Bahkan ia menegaskan pemanfaatan limbah plastik air mineral untuk media pembibitan merupakan solusi alternatif pembibitan yang dapat dikembangkan.
“Sederhana saja sebenarnya yakni pemanfaatan limbah gelas air mineral sebagai wadah pembibitan serta cabutan semai dewasa yang dikondisikan,”terang Idi Bantara.
Lebih jauh ia menjelaskan, tekhnik ini sangat sederhana diajarkan kepada siswa sekolah sejak dini serta bagi kalangan umum. Sebab penggunaan limbah gelas air kemasan sebagai pot /wadah pembibitan sangatlah efektif terutama harga limbah relatif murah juga dapat digunakan berulang kali. Agar penempatan pot tidak mudah roboh sebaiknya dibuatkan tempat/dudukan gelas, tempat tersebut dapat dibuat dari limbah buah, bambu, kayu, besi atau standart gelas yang dijual umum baik kawat atau plastik.
“Saya sudah aplikasikan tekhnik ini mendampingi tekhnik media semai cetak ciptaan saya dan sudah banyak yang belajar termasuk kalangan pelajar dan mahasiswa,”ungkapnya.
Ia pun menerangkan tekhnik ini sangat mudah karena setelah memperoleh limbah gelas air mineral, gelas tersebut harus dilubangi 4-5 lubang dibagian bawah sisi kiri dan kanan wadah untuk membuang air berkelebihan supaya tidak tergenang. Media tanam yang digunakan berupa campuran cocopeat dan pupuk kandang atau kompos, dengan perbandingan 3:1 atau 2:1, tergantung tingkat kesuburan dan tekstur tanah. Masukan media ke dalam pot sampai penuh. Sisakan jarak sekitar 0,5 cm dari bibir wadah, kemudian pot siap untuk ditanami.
Sedangkan yang dimaksud cabutan semai dewasa yang dikondisikan, merupakan teknis pembibitan benih benih buah besar atau benih rekalsitran (dormansi pendek) yang disiapkan menjadi bibit tanpa wadah pot/polybag, caranya benih ditabur/disemai pada media cocopeat yang dicampur kompos 3:1, setelah umur cukup (lebih 6 bulan) atau bahkan lebih siap ditanam dilapangan dalam bentuk cabutan, sedangkan teknis menanamnya cukup dengan cara tugal. 
Beberapa bibit yang bisa ditanam menggunakan media limbah kemasan air mineral ini menurut Idi tergantung kebutuhan diantaranya bibit Mangrove, bibit buah sawo, bibit palem, bibit sengon, serta bibit tanaman lain yang menyesuaikan kebutuhan lahan yang akan ditanam.
“Saya ajarkan ke siswa siswa SD, SMP untuk sejak dini mengelola sampah kemasan air mineral sebagai media pembenihan dan ini sangat diminati karena sederhana dan bisa dipraktekkan,”ungkap Idi Laso.
Sebagai bagian dari Kementerian Kehutanan di Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (BPDAS) di wilayah Lampung serta membidani pembuatan Media Semai Cetak (MSC) di Balai Persemaian Permanan Lampung Selatan, Idi mengaku sudah menciptakan milyaran bibit di persemaian permanen. Bibit tersebut diantaranya ditanam dengan tekhik MSC dan sebagian menggunakan limbah gelas air mineral. Pantauan CDN usahanya tersebut sudah dinikmati banyak orang terutama di wilayah provinsi Lampung.
“Sebagian bibit sudah dimanfaatkan masyarakat baik organisasi, perseorangan, serta berbagai kalangan yang ingin melakukan konservasi terhadap hutan dan aliran sungai,”ungkap pria kelahiran Solo tersebut.
Selain melakukan pembibitan ratusan jenis tanaman baik tanaman kayu untuk konservasi, Idi Bantara juga melakukan pembibitan untuk tanaman buah buahan yang memiliki nilai ekonomis tinggi bagi masyarakat. Ia bahkan mengembangkan beberapa varietas durian asli Lampung, kelengkeng serta buah buahan lain bernilai ekonomi tinggi untuk peningkatan kesejahteraan rakyat pedesaan. (Baca : Berita Foto Limbah Gelas Air Mineral untuk Media Pembibitan)

JURNALIS : HENK WIDI

Bergabung dengan Cendana News pada bulan November 2014. Dengan latar belakang sebagai Jurnalis lepas di beberapa media dan backpacker, diawal bergabung dengan Cendana News, Henk Widi fokus pada pemberitaan wisata dan kearifan lokal di wilayah Lampung dan sekitarnya.

Twitter: @Henk_Widi
Lihat juga...