Prosesi Ruwat Laut Nelayan Kalianda

Fotografi
Prosesi Ruwat Laut Nelayan Kalianda
Karya : Henk Widi
Lokasi, Lampung, Minggu, 22 November 2015
Ratusan nelayan di pesisir Kalianda Lampung Selatan menandai rasa syukur atas melimpahnya hasil tangkapan ikan dengan menggelar tradisi ruwat laut. Tradisi tahunan masyarakat nelayan ini dilakukan oleh nelayan yang memiliki perahu berbagai jenis dengan mengajak anggota keluarga, kerabat serta masyarakat sekityar Kalianda.
Sejak pagi hingga siang masyarakat yang antusias berduyun duyun memadati area dermaga Boom Kalianda Lampung Selatan. Tradisi ruwat laut sebagai rasa syukur tersebut diawali dengan arak arakan beragam penampilan kesenian tradisional baik kuda kepang, jaipong, serta berbagai kesenian lain sambil mengarak perahu yang berisi kepala kerbau dengan beragam sesaji.
Setelah prosesi perarakan di jalan jalan kota Kalianda hingga menuju ke dermaga Boom para nelayan menaiki perahu yang bersandar di dermaga Boom Kalianda Lampung Selatan dengan tetap diiringi tabuhan kesenian kuda lumping di atas perahu. Perahu perahu berisi masyarakat nelayan menuju lokasi yang telah ditetapkan di tengah laut untuk lokasi larung sesaji.
Sesampainya di lokasi, minaitur perhu yang diberi nama KM Sri Rejeki ditenggelamkan. Selain sesaji utama kepala kerbau sesaji lain yang ikut dilarung diantaranya berbagai jenis bunga, makanan, buah buahan, ingkung bahkan sebuah telepon genggam ikut dilarung sebagai tanda syukur atas hasil laut yang melimpah. 
Berikut prosesi ritual tradisi ruwat laut masyarakat Kalianda dalam rekaman lensa jurnalis Cendananews.com mulai dari perarakan hingga miniatur perahu dilarung di perairan laut Kalianda:

Lihat juga...