Rahasia Sukses 6 Tahun Kendari Pertahankan Piala Adipura

KENDARI — Pemerintah Kota Kendari berhasil mempertahankan Adipura Kencana tahun 2015, setelah sejak tahun 2009 diraih. Penghargaan yang diberikan Kementerian Lingkungan Hidup dibidang kebersihan merupakan perjuangan panjang kepemimpinan Asrun Walikota Kendari sejak tahun 2007.
“Keberhasilan mempertahankan Adipura Kencana merupakan keberhasilan semua masyarakat Kota Kendari. Kerja keras semua pihak membuahkan hasil buat Kota Kendari. Semoga penghargaan Adipura Kencana yang diterima bukan menjadi simbol tapi harus menjadi kenyataan untuk tetap menjaga kebersihan kota,” kata Asrun Walikota Kendari kepada wartawan Cendananews.com, Rabu (25/11).
Dibalik kesuksesan  mempertahankan piala Adipura Kencana tahun 2015  yang sempat diarak keliling Kota Kendari kemarin hari Selasa (24/11), terdapat kunci kesuksesan yang dapat dijadikan contoh oleh seluruh walikota dan bupati di Indonesia. 
Berikut ulasan rahasia Asrun Walikota meraih penghargaan Adipura secara berturut-turut sejak tahun 2009 sampai 2015.
Saat Asrun terpilih sebagai Walikota Kendari tahun 2007, alumni salah satu perguruan tinggi Australia ini langsung mencanangkan program green and clean. Fokusnya adalah membersihkan seluruh wilayah kota dan melakukan penanaman pohon dan bunga dibeberapa titik.
Untuk membersihkan jalan dan menanam pohon, Asrun melibatkan secara penuh seluruh pegawai negeri dilingkup dinas, badan, kecamatan dan kelurahan. Pada hari Jumat, mulai jam 07.00 sampai 10.00 Wita, seluruh  PNS sudah terlihat di pinggir jalan melakukan pembersihan.
Pada awalnya pelibatan PNS sempat dikecam, karena dianggap telah mengganggu proses pelayanan pemerintahan. Padahal waktu itu, pelayanan publik masih berjalan dengan normal. Meski demikian, Asrun tetap kukuh dengan pendiriannya bahwa PNS sengaja dikerahkan untuk memberikan contoh kepada masyarakat Kendari.
PNS jadi pioner kebersihan ternyata berhasil. Akhirnya secara suka rela masyarakat bekerja bakti membersihkan lingkungan masing-masing. Bahkan masyarakat sudah merasa malu membuang sampah sembarangan. Budaya malu membuang sampah ini telah membangkitkan semangat menjaga kebersihan.

Setelah PNS, Walikota Kendari mengajak seluruh lapisan masyarakat berpartisipasi melakukab kerja bakti membersihkan wilayah yang masih dianggap kotor. Alhasil berbagai organisasi terlibat, seperti Organisasi Pemuda Pancasila, Organisasi FKPPI, TNI dan Polri dan organisasi paguyuban dan kerukunan setiap hari tertentu turun ke jalan. Mereka membersihkan, mengecet dan menanam pohon dan bunga.

Bahkan perusahaan, perbankan, pelajar dan mahasiswa secara suka rela terlibat dalam mempertahankan Adipura sampai sekarang. 
Agar titik pantau tim penilai Adipura dari Kementerian Lingkungan Hidup tetap terjaga dengan baik, Walikota Kendari menunjuk dinas atau badan lingkup pemerintahan Kota Kendari untuk menjadi leader. Leader inilah yang bertanggungjawab penuh terhadap area titik pantau kebersihan. 
Kemudian media cetak, televisi, radio dan online yang terdapat di Kendari diberi peran untuk memberitakan seluruh wilayah kota yang masih terlihat jorok ataupun yang sudah bersih. Dengan pemberitaan tersebut, masyarakat tergugah untuk membersihkan.
Dengan pemberitaan juga menjadi mudah bagi Asrun untuk memantau sudut-sudut kota yang masih memerlukan perhatian khusus. Demikian juga informasi menyangkut keluhan masyarakat terkait dengan pelayanan pemerintah.

JURNALIS : RUSTAM

Jurnalis Cendana News wilayah Sulawesi Tenggara. Sebelum bergabung dengan Cendana News sudah menjadi wartawan di beberapa media cetak lokal maupun nasional. Gabung dengan Cendana News Oktober 2015. 

Akun twitter : @rustamcnd 

Editor : ME. Bijo Dirajo / Fotografer : Rustam

Lihat juga...