Ratusan Pedagang Pasar Lama Kota Ambon Menolak Direlokasi

Pasar lama Kota Ambon
AMBON — Rencana pelebaran kawasan Pelabuhan Peti Kemas milik PT Pelindo – Ambon yang akan menggusur Pasar Lama Kota Ambon ditentang oleh ratusan pedagang. Mereka menolak direlokasi dari tempat mereka berusaha sejak puluhan tahun silam.
Ketua Koordinator Perkumpulan Pedagang Pasar Lama (KPPPL) Kota Ambon, Junaidin Lakambose menyebutkan, pedagang menolak keras untuk digusur lantaran Pasar itu merupakan pasar Sejarah yang telah berdiri ratusan tahun, jauh sebelum PT Pelindo dibangun.
“Jangan karena ingin mengerjakan proyek milyaran rupiah, lalu seenaknya saja menggusur para pedagang,” ungkapnya kepada Cendana News di Ambon Selasa (17/11/2015).
Menurutnya, Pasar Lama Kota Ambon yang diisi 353 lebih pedagang resmi merupakan satu dari kawasan sejarah yang mempersatukan orang Maluku, berdiri sudah ratusan tahun. 
“Pemerintah Kota Ambon harus tahu itu,” tegasnya.
Menurutnya, Pemkot Ambon sendiri sudah melayangkan surat kepada PKL tetapi tidak pernah bertatap muka langsung, sehingga ratusan pedagang sudah ditipu oleh pemerintah. Sadisnya, pemerintah seenaknya saja, bongkar dan relokasi.
Dikemukakan, seharusnya pemerintah menyiapkan lokasi yang layak untuk PKL, bukan merelokasi ke pasar gotong royong yang merupakan milik PT Modern. Sudah tidak ada IPAL yang baik sehingga sisa limbah tidak tahu mau dibuang kemana. 
“Pemerintah harus membangun pasar Lama menjadi pasar yang layak huni bukan dibiarkan kumuh seperti sekarang,” kritiknya.
Menurut Junaidi, pihaknya sudah menyurati langsung ke presiden, Menteri Dalam Negeri, Menteri Perindustrian dan Perdagangan, Komisi VI DPR-RI maupun DPRD Provinsi dan Kota Ambon terkait dengan aksi penolakan.
“Jangan ada penggusuran yang dilakukan oleh Polisi Pamong Praja kepada pedagang pada lokasi Pasar Lama,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua Koordinator Pasar di Kota Ambon, Yopi Tutuarima dan Kepala UPTD Pasar lama, Nova Tupamahu mengatakan, pedagang yang resmi terdata hanyalah 99 PKL dan mereka dengan siap menerima untuk direlokasi pada pasar Gotong Royong, sementara yang turut melakukan aksi demo adalah mereka yang bukan pedagang, namun menggunakan lahan pasar untuk tempat tinggal.
“Entah dari mana asal mereka, dari hasil evaluasi tim di lapangan identitas mereka juga illegal, mereka bukan asli pedagang, jumlah pedagang yang ada hanya 99 orang, itu resmi dan aktif, kami bisa buktikan itu melalui KTP bahkan Kewajiban mereka dalam membayar pajak dan retribusi kepada daerah,” katanya.
Sosialisasi kepada PKL telah dilakukan, surat telah dilayangkan, dengan demikian tugas selanjutnya adalah Tim Penertiban Kota yang nantinya akan turun untuk membongkar.
JURNALIS : SAMAD VANATH SALLATALOHY

Jurnalis Cendana News wilayah Maluku. Sebelum bergabung dengan Cendana News sudah menjadi jurnalis di beberapa media cetak lokal. Bergabung Cendana News mulai pertengahan 2015.

Akun twitter : @vanlohy
Lihat juga...