Rayakan Saraswati, Umat Hindu di Lampung Lakukan Banyu Pinaruh

Ritual Banyu Pinaruh
LAMPUNG — Umat pemeluk agama Hindu di Nusantara merayakan Hari Suci Saraswati, Sabtu (28/11) hingga Minggu (29/11), tak terkecuali yang berada di Provinsi Lampung. Berdasarkan penghitungan kalender Hindu Bali, Saraswati jatuh pada Saniscara (Sabtu) Umanis Wuku Watugunung, dan dirayakan enam bulan sekali.
Perayaan Saraswati oleh umat Hindu Bali yang ada di wilayah Kabupaten Lampung Timur dan Kabupaten Lampung Selatan berpusat di Pura Segara Putih yang berada di  Pantai Batu Putih Kecamatan Ketapang. Sejak Sabtu dan pada hari Minggu umat Hindu melakukan ritual penyucian diri di pantai Onar Desa Tridharmayoga.
Ritual penyucian diri yang dikenal dengan banyu pinaruh tersebut merupakan simbol penyucian diri dari segala hal buruk dan disimbolkan dengan turun ke laut di pantai onar Tridharmayoga. Mengenakan ikat kepala putih serta berpakaian khusus untuk sembahyang umat Hindu tak lupa membawa perlengkapan sembahyang tanpa kecuali sesaji yang akan digunakan dalam ritual.
“Setelah dilakukan upacara khusus umat menyucikan diri di pantai atau mandi di laut  sebagai simbol penyucian diri dan secara kebetulan pantai onar menjadi lokasi yang dekat dengan pura di wilayah kami,” ungkap Wayan Sude.
Menurut Wayan Sude selaku ketua  Parisadha Hindu Dharma Kabupaten Lampung Selatan bidang Pendidikan Hari Saraswati merupakan momentum yang sangat baik untuk melakukan perenungan dan aktivitas spiritual. Sehingga prosesi doa ini dilakukan ditempat yang hening jauh dari perkampungan.
Saraswati  merupakan hari turunnya ilmu pengetahuan suci termasuk kitab suci Weda yaitu kitab suci Hindu. Rangkaian perayaan itu katanya, dilakukan dengan mengupacarai lontar atau buku-buku yang terkait dengan ilmu pengetahuan.
“Batu putih merupakan tempat yang berada di tepi pantai sehingga lebih hening untuk persembahyangan dan dilanjutkan dengan ritual penyucian diri banyu pinaruh di pantai onar Tridharmayoga,” ungkap Wayan Sude  kepada Cendana News, Minggu (29/11/2015).
Menurut Wayan Sude, perayaan itu merupakan penghargaan umat Hindu terhadap ilmu pengetahuan. Selain melakukan upacara terhadap buku dan lontar, biasanya setiap keluarga melakukan kejian terhadap buku-buku yang ada.
“Kalau dalam keluarga saya, seusai melakukan persembahyangan, kami mendengarkan bacaan lontar atau buku-buku seperti Bagawad Gita oleh orang tua kami,” kata Wayan Sude.
Perayaan tersebut dipandang perlu dalam agama Hindu ungkap Wayan mengingat ilmu pengetahuan adalah unsur yang sangat penting dalam kehidupan manusia.
“Tanpa adanya ilmu pengetahuan maka tidak ada kemajuan dan perkembangan di dunia ini, sehingga perayaan Saraswati sebagai salah satu ungkapan rasa syukur atas turunnya ilmu pengetahuan,” ujarnya.
Selain sebagai perayaan suci momen Saraswati menjadi ritual keluarga seperti diungkapkan oleh Agung yang menggunakan waktu untuk berada di rumah dan melakukan persembahyangan.
“Iya kalau hari raya, kami jarang ke luar rumah. Melainkan menyiapkan diri untuk pelaksanaan upacara,” kata Agung kepada CDN.
Agung mengungkapkan, bersama dua anak serta isterinya sudah melangsungkan ritual saraswati di Pura Batu Putih dan selanjutnya mengikuti ritual banyu pinaruh di pantai Onar. Upacara penyucian diri yang dilakukannya merupakan ritual wajib saat memasuki hari raya Saraswati maupun Melasti yang bermakna  nganyudang malaning gumi ngamet Tirta Amerta atau menghanyutkan kekotoran alam menggunakan air kehidupan. Laut sebagai simbol sumber Tirtha Amertha (Dewa Ruci, Pemuteran Mandaragiri).
“Sesudah penyucian diri kami pulang ke rumah dan masih melakukan kegiatan khususnya membaca Bhagawad Gita atau buku buku suci lainnya  serta banyak berdoa,”ungkap Agung.
Ia berharap dengan penyucian diri yang telah dilakukannya bersama keluarga ia bisa memperbaiki diri dalam kehidupan sehari hari dan melakukan aktifitasnya berdasarkan ilmu pengetahuan yang ia peroleh dalam kitab suci agama yang dianutnya.

JURNALIS : HENK WIDI

Bergabung dengan Cendana News pada bulan November 2014. Dengan latar belakang sebagai Jurnalis lepas di beberapa media dan backpacker, diawal bergabung dengan Cendana News, Henk Widi fokus pada pemberitaan wisata dan kearifan lokal di wilayah Lampung dan sekitarnya.

Twitter: @Henk_Widi
Editor : ME. Bijo Dirajo / Fotografer : Henk Widi
Lihat juga...