Ribuan Hektar Sawah di Sultra Alami Gagal Panen

Hamparan sawah di kabupaten konawe selatan
KENDARI — Dari luas lahan persawahan 11.448,5 hektar are yang terkena dampak kekeringan di Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) sejak bulan Agustus sampai November 2015, diperkirakan 6.980 hektar are atau sekitar 60 persen mengalami puso atau gagal panen.
Lahan persawahan yang mengalami gagal panen itu, terletak di Kabupaten Konawe Selatan, Kabupaten Kolaka Timur. Kemudian Kabupaten Kolaka dan Kabupaten Muna Barat. Debit air yang mengalir diirigasi makin berkurang, menjadi penyebab utama terjadinya puso tahun 2015.
Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Sultra, Muhammad Nasir menyebutkan petani mengalami gagal panen. Namun produksi beras justru mengalami peningkatan bila dibandingkan tahun 2014 lalu meski terjadi puso sampai  ribuan hektar di Sultran.
Dinas Pertanian mencatat, produksi beras tahun 2015, sekitar 657.000 ton, terjadi surplus 135.000 ton. Dengan berlimpahnya produksi beras, maka dampak terjadi kekeringan akibat kemarau panjang, tidak mengkuatirkan. Stok beras masih relatif aman hingga masuk musim panen berikutnya.
Langkah yang dilakukan Dinas Pertanian dan Peternakan Sultra mengatasi kekeringan, yakni membuat sumur bor dan membagikan pompa air kepada masyarakat. 
“Sumur bor kita buat, supaya kebutuhan air masyarakat tetap terpenuhi dengan baik. Makanya kita terus melakukan koordinasi kepada pemerintah kabupaten di Sultra, untuk memantau dampak kekeringan ini,” katanya. 
JURNALIS : RUSTAM

Jurnalis Cendana News wilayah Sulawesi Tenggara. Sebelum bergabung dengan Cendana News sudah menjadi wartawan di beberapa media cetak lokal maupun nasional. Gabung dengan Cendana News Oktober 2015. 

Akun twitter : @rustamcnd 
Lihat juga...