Satu Tahun, Angka Pengangguran di Sultra Bertambah 15.039 Orang

Pertemuan di BPS Sulawesi Tenggara
KENDARI — Pelambatan ekonomi yang dialami Indonesia saat ini, berdampak besar terhadap lapangan kerja, dimana terjadi peningkatan yang cukup besar pada angka pengangguran di Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra). 
Badan Pusat Statistik (BPS) Sultra mencatat, data jumlah pengangguran pada bulan Agustus 2015 sebanyak 63. 129 orang. Bila dibandingkan data BPS pada bulan yang sama tahun 2014, terjadi kenaikan 4,43 persen atau 15.039 orang.
“Sektor jasa penyumbang terbesar yang mengalami penurunan penyerapan tenaga kerja, yakni sebanyak 12. 199 orang,”sebut Kepala Bidang Statistik Sosial BPS Sultra, Dani Jaelanani di Kendari, Jumat (06/11/2015).
Kemudian disusul sektor pertambangan 3.432 orang, sektor transportasi 3.202 orang, sektor perdagangan 2.423 orang, sektor gas, air minum dan listrik 54 orang dan industri hanya 4 orang.
Dani Jaelani juga menjelaskan, jumlah angkatan kerja pada bulan Agustus tahun ini mengalami peningkatan yang cukup signifikan, bila dibandingkan tahun 2014 lalu. Disebutkan peningkatan terjadi 1.138.045 orang, sedangkan tahun lalu 52.536 orang atau naik 4,84 persen.
Pantauan Cendana News di kota Kendari, sektor jasa yang merasakan betul pelambatan ekonomi, yakni jasa perhotelan, jasa rental mobil, jasa rumah makan. Kemudian beberapa industri kreatif juga merasakan, seperti pengrajin batu akik.
Dan paling  besar pengaruhnya adalah tidak beroperasinya perusahaan tambang di Sultra. Padahal tambang cukup besar menyerap tenaga kerja.
“Kita rasa betul perputaran ekonomi. Sepertinya uang yang beredar sangat kurang,” ujar Muhammad Marwan.
JURNALIS : RUSTAM

Jurnalis Cendana News wilayah Sulawesi Tenggara. Sebelum bergabung dengan Cendana News sudah menjadi wartawan di beberapa media cetak lokal maupun nasional. Gabung dengan Cendana News Oktober 2015. 

Akun twitter : @rustamcnd 
Lihat juga...