Sepekan KSKP Bakauheni Amankan Tiga Senjata Api

Barang bukti dan tersangka
LAMPUNG — Kepolisian Sektor Kawasan Pelabuhan (KSKP) Bakauheni berhasil mengamankan sebanya tiga pucuk senjata api rakitan dalam kurun waktu sepekan. Penangkapan tersangka pembawa senjata api tersebut merupakan upaya KSKP Bakauheni untuk menekan peredaran senjata api ilegal yang digunakan untuk aksi aksi kejahatan yang terjadi di wilayah hukum Polda Lampung serta wilayah hukum Polda lainnya. Terutama pelabuhan Bakauheni serig digunakan sebagai perlintasan untuk mengirimkan senjata api dari Pulau Sumatera ke Pulau Jawa dan sebaliknya.
Kepala Kepolisian Sektor Kawasan Pelabuhan Bakauheni AKP Ferya Kurniawan melalui Kanit reskrim KSKP Bakauheni Aiptu Pur Urip, mengungkapkan penangkapan tiga tersangka pembawa senjata api tersebut dilakukan dalam razia rutin dilakukan di pintu masuk Pelabuhan Bakauheni Lampung Selatan.
“Ini merupakan hasil dari razia rutin yang dilakukan oleh KSKP Bakauheni setiap hari dan senjata api diamankan dari tiga tersangka selama sepekan,”ungkap AKP Ferya Kurniawan kepada Cendana News, Senin (02/11/2015).
Sementara tersangka ketiga bernama H bin NC (37) warga Palembang Sumatera Selatan. Tersangka diamankan pada Kamis (29/10) sekitar pukul 04:30 WIB  saat kendaraan Bus.
Saat dilakukan pemeriksaan ditemukan satu pucuk senjata api genggam yang diduga rakitan yang di dalamnya berisi lima butir amunisi. Saat dimintai keterangan ia H mengaku hanya diminta seseorang berinisial JH yang membeli senpi tersebut.
“Saya tidak bertemu dengan pembeli tersebut justru sampai di Pelabuhan Bakauheni karena saya ketiduran jadi kebablasan sampai Bakauheni,”ungkapnya kepada polisi.
Sebelumnya KSKP Bakauheni juga mengamankan tersangka pembawa satu pucuk senjata api rakitan. Penangkapan tersangka berinisial AW (44) asal Jawa Tengah pada Senin (26/10). Selain senjata api diamankan juga 8 butir amunisi kaliber 5,56 milimeter.
Ferya Kurniawan mengungkapkan tersangka  diamankan anggota saat akan melintas di pelabuhan Bakauheni menggunakan kendaraan truck colt diesel. Dalam pengakuannya kepada polisi tersangka mendapatkan senpi tersebut dari JR, warga Prabumulih Sumatera Selatan.
“Berdasarkan catatan kepolisian tersangka beberapa kali melakukan tindak kejahatan dengan menggunakan senjata api dan belum kita ketahui apakah senjata api tersebut akan digunakan untuk aksi kejahatan lain,”ungkapnya.
Selain kedua tersangka, tersangka lain pembawa senjata api yakni JN, juga diamankan di Mapolres Lampung Selatan kaena terbukti membawa senjata pai serta amunisi. Tak hanya membawa senjata api, JN juga diketahui membawa beberapa gram narkotika jenis shabu shabu dan kini diamankan oleh Satnarkoba Polres Lampung Selatan.
“Kita amankan senjata api tiga pucuk dalam sepekan, tersangka dan hari ini dibawa ke Mapolda Lampung untuk penyidikan lebih lanjut terkait kepemilikan senjata api yang makin marak ditemukan di Lampung,”ungkap Ferya Kurniawan.
Akibat perbuatan para tersangka pembawa, memiliki senjata api tersebut, ketiga tersangka terancam dengan UU Darurat RI. Menurut undang-undang, membawa senjata api tanpa izin merupakan pelanggaran berat dan Polisi bakal menjerat dengan pasal 1 ayat (1) UU Darurat nomor 12 Tahun 1951, dengan ancaman penjara paling lama 10 tahun penjara.

JURNALIS : HENK WIDI

Bergabung dengan Cendana News pada bulan November 2014. Dengan latar belakang sebagai Jurnalis lepas di beberapa media dan backpacker, diawal bergabung dengan Cendana News, Henk Widi fokus pada pemberitaan wisata dan kearifan lokal di wilayah Lampung dan sekitarnya.

Akun Twitter: @Henk_Widi
Lihat juga...