Sepi Pengunjung, TPI Muara Piluk Bakauheni Tak Diminati Nelayan

Beberapa ekor ayam terlihat di TPI Muara piluk yang sepi dari aktivitas perdagangan ikan
LAMPUNG — Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Muara Piluk Kecamatan Bakauheni Kabupaten Lampung Selatan hingga kini tak pernah beroperasi semenjak diresmikan. Beberapa bagian di bangunan yang sudah berusia sekitar dua tahun lebih tersebut bahkan dipenuhi sampah akibat tanpa perawatan, lantai keramik berdebu dan kumuh saat musim hujan.
Salah satu nelayan di Muara Piluk Bakauheni, Rozak (45) mengaku bangunan cukup besar yang semula diperuntukkan untuk pasar ikan higienis tersebut bahkan hingga kini tak pernah dioperasikan meski menggunakan dana cukup besar. Salah satu alasannya tak adanya pembeli yang berkunjung sehingga nelayan memilih di tempat lain untuk memenuhi kebutuhan hidup dengan berjualan ikan tangkapan mereka.
“Pembangunannya terkesan dipaksakan dan tak menjadi harapan nelayan sekitar sini karena nelayan lebih suka menjual ikan hasil tangkapan di pasar Bakauheni yang letaknya juga tak berjauhan dengan dermaga ini,”ujar Rozak kepada Cendana News, di Bakauheni Kamis (19/11/2015).
Rozak juga ingat saat peresmian pada Februari 2014, semula pihak pemerintah mengharapkan pasar higienis tersebut akan menjadi penopang untuk pengembangan wisata kuliner di Bakauheni, namun program tersebut tak berjalan. Wisata kuliner yang terintergrasikan dengan kawasan wisata Menara Siger tersebut bahkan sudah tak lagi berbekas. Beberapa kelompok untuk pengembangan wisata kuliner dalam hal pembuatan produk olahan berbahan ikan bahkan tak lagi beroperasi.
Bangunan beratapkan almunium melengkung tersebut bahkan kini hanya digunakan nelayan setempat untuk berteduh, beristirahat tanpa pernah ada aktifitas jual beli ikan. Beberapa ekor ayam milik nelayan setempat bahkan berkeliaran di lokasi yang memiliki belasan hamparan yang sedianya digunakan untuk penjualan ikan. Selain itu lokasi tersebut bahkan hanya digunakan untuk parkir kendaraan motor milik nelayan atau warga Bakauheni. Sementara di sebelahnya aktifitas TPI Muara Piluk pun hanya sekali kali melakukan jual beli ikan hasil tangkapan nelayan.
Sodikin (45) salah satu tokoh warga di Bakauheni mengakui, rencana pemerintah yang menginginkan adanya transaksi di pasar higienis yang sudah dibangun tersebut agaknya tak sejalan dengan kondisi masyarakat yang telah melakukan aktifitas di pasar Bakauheni di Jalan Lintas Timur.
Sodikin bahkan mengungkapkan tidak beroperasinya pasar higienis yang digadang gadang akan menjadi pasar higienis ikan ramai tersebut persis sama dengan pembangunan pasar atas Bakauheni yang ada di Jalan Lintas Sumatera kini tak ada aktifitas dan dibiarkan terbengkalai dan kosong.
“Dua pembangunan yang nilainya ratusan juta bahkan lebih di Bakauheni adalah pasar Bakauheni dan pasar ikan higienis, namun semuanya mubazir. Karena tidak melihat kondisi riil bahwa masyarakat memiliki kebutuhan yang berbeda dengan harapan pemerintah,”ujar Sodikin.
Koreksi Sodikin tersebut cukup beralasan karena menurutnya selama ini kebutuhan masyarakat bukan hanya ikan tetapi bahan kebutuhan lainnya. Sementara pasar yang sudah ada hingga kini justru tidak diperbaiki dan bahkan untuk lahan parkir justru menggunakan setengah badan jalan. Selain itu pasar atas di Jalan Lintas Sumatera pun dibiarkan rusak sebagian karena tak digunakan.
“Seharusnya untuk membuat bangunan yang berhubungan dengan kepentingan masyarakat bisa melihat kebutuhan agar tidak hanya asal bangun apalagi dengan tujuan yang tidak untuk kepentingan masyarakat dan akhirnya mubazir seperti ini,”ungkapnya.
Warga bahkan justru membeli ikan untuk kebutuhan lauk di pasar Bakauheni di Jalan Lintas Timur tersebut. Salah satu warga Siska (34) yang berbelanja ikan di pasar Bakauheni bahkan justru tak mengetahui jika ada pasar higienis ikan di Muara Piluk.
“Ada toh, saya pikir di Muara Piluk hanya ada dermaga untuk pendaratan ikan dan kalau mau beli ikan yan di sini di pasar Bakauheni karena lebih lengkap,”ujarnya.
Warga seperti Siska mengaku pasar yang menjual berbagai kebutuhan termasuk ikan tersebut lebih diminati meski kondisinya kurang representatif karena sebagian los awalnya merupakan pasar sementara. Namun karena pasar yang dibuat pemerintah sebelumnya tak digunakan para pedagang masih tetap bertahan di pasar sementara yang terus berlangsung hingga sekarang.
Seorang pengendara terlihat menikmati pemandangan laut di pelabuhan tradisional di Bakauheni
JURNALIS : HENK WIDI

Bergabung dengan Cendana News pada bulan November 2014. Dengan latar belakang sebagai Jurnalis lepas di beberapa media dan backpacker, diawal bergabung dengan Cendana News, Henk Widi fokus pada pemberitaan wisata dan kearifan lokal di wilayah Lampung dan sekitarnya.

Twitter: @Henk_Widi
Lihat juga...