Sertifikat Asli Blok Migas Masela Dipindahkan ke Bank Maluku

Gubernur Maluku Ir. Said Assagaff 
AMBON — Gubernur Maluku, Said Assagaff menyebutkan, sertifikat asli Blok Masela  sudah disimpan di PT Bank Maluku dan Maluku Utara di Kota Ambon. Keputusan untuk menyimpan dokumen berharga tersebut, guna menghindari kemungkinan buruk yang bisa saja terjadi jika disimpan di Kantor Gubernur Maluku.
“Jadi, insiatif kami menyimpan Sertifikat Blok Masela di PT Bank Maluku dan Maluku Utara menjaga kemungkinan jangan sampai terjadi sesuatu yang tidak kita inginkan. Sehingga sertifikat asli Blok Masela itu, kita simpan di PT Bank Maluku dan Maluku Utara yang merupakan Badan Usaha Milik Daerah Pemerintah Provinsi Maluku,” katanya kepada  wartawan di Ambon, Minggu (15/11/2015).
Meski sudah mengantongi sertifikat tapi untuk pengelolaan Blok Minyak dan Gas (Migas) atau yang lebih dikenal dengan nama Blok Marsela tersebut belum dapat dilakukan saat ini atau 5-10 tahun mendatang, lantaran proses eksplorasi baru dapat dilakukan tahun 2024 nanti.
“Karena itu Pemprov Maluku sudah menjalin kerjasama dengan 3 konsultan asing yang akan memaparkan hasil kajian mereka menyangkut Migas Blok Marsela,” katanya.
Gubernur memastikan, awal Desember 2015 tiga konsultan asing itu akan memaparkan hasil kajiannya tentang Blok Migas Masela di hadapan Pemprov Maluku dan DPRD Maluku. 
“Sehingga DPRD Maluku dapat memberikan pertimbangan dari hasil kajian ketiga konsultan asing itu,” katanya.
Jika sertifikat asli pengelolaan Blok Masela telah dikantongi Pemda Maluku sejak beberapa waktu lalu, namun hal ini tidak dipublikasikan. 
“Sertifikat asli Blok Migas Masela itu, sudah ada sejak beberapa waktu lalu. Hanya saja, saya tidak mau mempublikasikan lebih dulu, sebelum ada kepastian dari ketiga konsultan dengan hasil kajian mereka terkait Blok Migas,” kata Assagaff.
Dia berharap, Blok Migas Masela tidak dipolitisasi agar pengelolaannya dapat dinikmati masyarakat Maluku secara kolektif. Disamping itu, lanjutnya, Pemprov juga tidak berani gegabah melakukan tindakan yang akhirnya merugikan Maluku.
“Meski di 2024 baru proses eksporasi, tapi setidaknya bisa membahagiakan  hati masyarakat Maluku, karena sudah ada titik terang menyangkut pengelolaan Blok Migas Masela,” katanya.
JURNALIS : SAMAD VANATH SALLATALOHY

Jurnalis Cendana News wilayah Maluku. Sebelum bergabung dengan Cendana News sudah menjadi jurnalis di beberapa media cetak lokal. Bergabung Cendana News mulai pertengahan 2015.

Akun twitter : @vanlohy
Lihat juga...