Setelah 5 Tahun Berjuang Sendiri, Yayasan TUB Mendapat Dukungan ESDM Jatim

Bersama Tim Monitoring Sunggram meninjau langsung penerima bantuan

MADIUN—Hadirnya akun milik pemimpin daerah di media sosial memang memberikan dampak besar bagi warganya. Salah satu bukti adalah kehadiran Gubernur Jawa Timur Sukarwo yang lebih dikenal dengan Pakde Karwo.

Pakde Karwo melalui akun twitternya @pakdekarwo1950 memang sangat aktif berinteraksi dengan pengikutnya yang menurut pantauan Cendana News, sebagian besar adalah warga Jawa Timur. Sebagai orang nomor satu di Jawa Timur, Pakde Karwo banyak menerima pujian, masukan, aduan dan bahkan kritikan.

Salah satu warga yang menggunakan kesempatan menjalin komunikasi dengan pemimpinnya adalah Iwan Susanto, lelaki kelahiran Madiun yang memprakarsai berdirinya Yayasan Terang Untuk Bangsa (Yayasan TUB). Melalui twitter, Iwan mengadu kepada Pakde Karwo tentang kondisi rakyat miskin yang belum dipenuhi haknya untuk mendapatkan aliran listrik.

Iwan selalu turut mengerjakan langsung
pemasangan instalasi

Dalam aduannya, Iwan Susanto menjelaskan bahwa ia telah mendapatkan surat balasan dari Kementrian ESDM Dirjend Ketenagalistrikan. “Inti dari surat tersebut, saya di minta berkordinasi dengan Dinas ESDM Jawa Timur. Dengann sisa-sisa tenaga dan pikiran yang sebenarnya sudah agak tidak terlalu berharap saya berangkat ke Surabaya di Dinas ESDM, Ternyata sampai di Dinas ESDM surat dari Direktur Program Dirjen Ketenagalistrikan tidak dengan serta merta ditindaklanjuti,” jelas Iwan.

Bak gayung bersambut, Pakde Karwo pun memberikan respon terhadap aduan Iwan Susanto dan berjanji untuk mendukung apa yang dilakukan oleh Yayasan TUB. Awalnya, Iwan pesimis karena sesungguhnya sejak tahun 2012, yayasannya sering dikunjungi oleh tokoh penting yang berkompeten dibidang ini. Tetapi kunjungan-kunjungan tersebut tidak pernah memberikan dampak apapun selain sekedar meninjau.

Tetapi Pakde Karwo ternyata berbeda, interaksi antara pemimpin dan warganya melalui media sosial ini ternyata ditindak lanjuti dengan langkah serius. Setelah proses selama 1 tahun 8 bulan, mulai dari survey yang dilakukan oleh ESDM Jatim bersama Yayasan TUB dan warga, akhirnya ESDM Jatim memberikan bantuan bagi 106 KK  yang tersebar di 4 Kecamatan di Kabupaten Madiun.

Menurut Iwan, ESDM Jawa Timur bersama Yayasan TUB tidak akan berhenti sampai disini untuk memperjuangkan hak bagi seluruh rakyat Jawa Timur untuk mendapatkan aliran listrik. “Data terakhir yang kami miliki, di masing-masing kabupaten ada 10.000-25.000 warga miskin yang belum mendapatkan aliran listrik alias pakek lampu teplok,” pungkas Iwan sambil menegaskan bahwa ia dan pihak ESDM Jawa Timur akan secara berkesinambungan menyampaikan melalui media tentang semua kegiatan mereka dilengkapi dengan data-data yang akurat. (Baca berita : Mantan OB Ini Gigih Memperjuangkan Hak Rakyat Miskin Mendapat Aliran Listrik)

Lihat juga...