Stan Kabupaten Jayawijaya Promosikan Destinasi Wisata Lembah Baliem

JAKARTA — Salah satu peserta dalam Indonesia Travel Fair di JCC, Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta adalah Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Jayawijaya. Didalam kegiatan tersebut, mereka mempromosikan objek wisata, diantaranya Lembah Baliem.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Jayawijaya, Alpius Witepo menyebutkan, Lembah Baliem letaknya berada di ketinggian 1500 – 2000 diatas permukaan laut ( DPL ), sedangkan temperatur udaranya bervariasi, suhu terendah 15 derajat Celscius dan suhu tertinggi 25 derajat Celcius. Sedangkan curah hujan rata – rata tiap tahun sekitar 2000 mm, suhu udara kota Wamena sangat sejuk dan segar, karena seluruh wilayah Lembah Baliem dikelilingi oleh Pegunungan Jayawijaya.
Selain terkenal akan keindahan panorama keindahan alamnya, Lembah Baliem juga mempunyai salah satu potensi pariwisata yang menarik perhatian wisatawan domestik maupun wisatawan mancanegara, yaitu Festival Lembah Baliem. Penyelenggaraan festival Lembah Beliem telah berlangsung sebanyak 25 kali, dimana acara festival yang pertama dimulai pada tahun 1989.
“Festival Lembah Baliem dimulai sejak tahun 1989, menarik pengunjung salah satunya bekerja sama dengan maskapai penerbangan, agar memperbanyak rute jadwal penerbangan dari dan ke kota Wamena,”sebutnya.
Festival ini merupakan sebuah rangkaian upacara pertunjukan simulasi perang antar suku, yaitu suku Dani, suku Yali dan suku Lani, dimana ketiga suku tersebut merupakan penduduk asli. Festival setiap tahunnya berlangsung pada bulan Agustus, bertepatan dengan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia, acaranya diadakan selama tiga hari.
” Di kota Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua memiliki potensi wisata unggulan dan langka, yaitu Festival Lembah Baliem, berupa pertunjukkan kesenian perang tradisional antar suku dan melihat penampakan Mumi nenek moyang suku Dani, penduduk asli Lembah Baliem ” terangnya.
Selain itu, para wisatawan yang sedang berkunjung ke Wamena (ibu kota Jayawijaya) dan sekitarnya, dapat berkesempatan melihat langsung penampakan ” Mumi ” atau jenazah yang diawetkan. Tempat Mumi tersebut berada di distrik Kurulu dan distrik Asolagaima, Mumi tersebut merupakan nenek moyang asli suku Dani, Mumi disakralkan dan ditaruh di Honai, sebuah rumah adat suku Dani.
Usia Mumi tersebut diperkirakan lebih dari 300 tahun, dulunya mereka adalah kepala suku / panglima perang, jenazah mereka sengaja diawetkan sebagai sebuah bentuk penghormatan,  sampai saat ini yang diketahui jumlahnya ada enam. Mumi tersebut semuanya berwarna hitam dan sedangkan posisinya sedang duduk sambil kepalanya tegak menghadap ke atas.
Kota Wamena, merupakan Ibu Kota Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua, letaknya berada di sebuah daerah dataran tinggi yang dikenal dengan luas dengan nama Lembah Baliem. Satu satu nya alat transportasi yang bisa menghubungkan antara seluruh wilayah Papua dengan Kota Wamena hanya bisa dijangkau lewat angkutan pesawat udara.[JURNALIS : EKO SULESTYONO]
Editor : ME. Bijo Dirajo / Fotografer : Eko Sulestyono
Lihat juga...