Tahun Ini, Diproyeksi Pertumbuhan Ekonomi Balikpapan Turun

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Balikpapan Suharman Tabrani
BALIKPAPAN — Pertumbuhan ekonomi Kota Balikpapan diproyeksikan sepanjang tahun ini akan lebih rendah dibandingkan dengan realisasi pertumbuhan ekonomi tahun 2014 sebesar 4,76 persen.
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Balikpapan Suharman Tabrani mengungkapkan proyeksi tersebut berdasarkan pada struktur dominasi sektor industri yang menopang pertumbuhan ekonomi kota Balikpapan selama empat tahun terakhir. 
“Jadi ini hanya proyeksi secara kasar. Empat tahun terakhir pertumbuhan ekonomi Balikpapan cenderung fluktuatif karena sangat dipengaruhi oleh kinerja industri pengolahan migas,” terangnya kepada media saat pres conference perkembangan Perbankan di Triwulan ketiga di Balikpapan, Kamis (05/11/2015).
Berdasarkan catatan Bank Indonesia kota Balikpapan, pertumbuhan ekonomi Balikpapan tanpa migas mengalami penurunan secara bertahap sejak 2011 hingga saat ini, yakni 8,98 persen pada 2011, 6,78 persen pada 2012, 6,57 persen pada 2013, dan 4,97 persen pada 2014. 
Menurut Suharman, pemerintah daerah setempat bisa melakukan upaya yang dapat mendongkrak pertumbuhan ekonomi Balikpapan pada tahun depan. Salah satunya dengan berupaya menyediakan iklim investasi yang dapat menarik minat investor. 
“Apabila pemerintah bisa memberikan insentif yang menarik bagi investor, pasti akan banyak yang datang. Karena investor datang juga pilih-pilih lokasi, investor bahkan juga turut menyoroti isu perburuhan di daerah,” sambungnya. 
Lanjut Suharman, apabila investor tertarik untuk menanamkan modal di Balikpapan, maka sektor transportasi dan pergudangan dapat tumbuh positif. Sementara dari sisi konstruksi, upaya penurunan harga jual perumahan kelas menengah dan program penyediaan satu juta rumah murah dianggapnya dapat mendongkrak pertumbuhan industri sektor itu.
“Pemerintah juga bisa melakukan upaya untuk menarik pelaksanaan kegiatan agar dilakukan di Balikpapan, ini dapat mendongkrak industri yang berfokus pada jasa dan perdagangan,” ungkapnya dengan ramah.
Selain itu, Suharman menjelaskan sektor industri lain yang juga dominan menopang pertumbuhan ekonomi Balikpapan seperti sektor konstruksi dengan pangsa sebesar 15,4 persen, transportasi dan perdagangan sebesar 10,2 persen, serta perdagangan sebesar 8,6 persen, mengalami penurunan dari tahun ke tahun. 
Ia mengharapkan pertumbuhan ekonomi tidak dibawah dari tahun sebelumnya meskipun perekonomian lagi melambat.
JURNALIS : FERRY CAHYANTI

Jurnalis Cendana News wilayah Balikpapan, gabung dengan Cendana News sejak awal tahun 2015. Sebelum bergabung dengan Cendana News, menjadi jurnalis di beberapa media online dan cetak lokal. 

Akun twitter @fer_rry
Lihat juga...