Tak Mau Dibebani Hutang, Petani Buton Tolak Dana Pusat

Panen Padi

KENDARI —  Tak ingin dibebani hutang lagi, Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) di Desa Warinta, Kecamatan Pasarwajo Kabupaten Buton, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), secara tegas menolak bantuan dari pemerintah pusat sebesar Rp. 100 juta. 
Kepala Desa (Kades) Warinta menolak bantuan tersebut, karena kelompok tani masih harus menyelesaikan dana bergulir sebesar Rp.30 juta yang bersumber dari Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat  Mandiri (PNPM). Penolakan bantuan tersebut dibenarkan oleh La Gani, ketua Gapoktan Desa Warinta.
“Ada keraguan petani, jangan sampai menjadi masalah besar setelah diterima bantuan tersebut. Sekarang saja kita orang masih kembalikan uang PNPM sekitar Rp 30 juta,” jelasnya.
Sebelumnya, Tim sudah melakukan survey di Desa Warinta dan semestinya sudah diterima menjelang akhir tahun 2015, karena kelompok tani di desa tersebut dinyatakan layak mendapatkan bantuan dana bergulir.
Namun Gapoktan Desa Warinta tapi justru menolak. Anggota kelompok tani tidak mau lagi dibebani utang dan masalah baru. Bantuan PNPM yang telah diterima masih menyisakan utang untuk digulirkan ke kelompok lain yang membutuhkan.

JURNALIS : RUSTAM

Jurnalis Cendana News wilayah Sulawesi Tenggara. Sebelum bergabung dengan Cendana News sudah menjadi wartawan di beberapa media cetak lokal maupun nasional. Gabung dengan Cendana News Oktober 2015. 

Akun twitter : @rustamcnd 
Editor : ME. Bijo Dirajo / Fotografer: Turmuzi
Lihat juga...