Taufik Ismail: NKRI Berada Dalam Ancaman yang Nyata

Taufik Ismail
JAKARTA — Penyair dan sastrawan Indonesia, Taufik Ismail menyebutkan, saat ini Negara Kesatuan Republik Indonesia berada dalam ancaman yang nyata, dimana negara tidak lagi memberikan ruang yang memadai sebagai pengayoman bagi kehidupan beragama.
“Nilai-nilai ketuhanan saat ini telah diabaikan oleh kehidupan masyarakat. Inilah zaman dimana kita selalu menghadapi move move mereka,”ujar Taufik Ismail di Jakarta, Kamis (12/11/2015) menyebutkan Indonesia kembali dalam rongrongan komunis. 
Dalam move mereka sekarang ini sambung Taufik, itu nampak sekali bahwa mereka itu mengelak untuk menyebutkan sesuatu yang benar. Sebab, lanjutnya, teori yang dianut dan dilaksanakan pada rezim ini, yakni teori tiba tiba. 
“Tiba tiba umat Islam Kejam, tiba tiba TNI Kejam, namun kata sebab tidak disebut,” ucapnya.
Taufik menyampaikan salah satu sebab yang terbesar dalam sejarah yang mereka tutupi hingga kini adalah pemberontakan proklamasi Republik Soviet di Madiun 18 September 1948 (Madiun Affairs).
“Saya mengalami apa yang terjadi saat itu aku berusia 13 tahun, sadis,  namun generasi sekarang ini malah tergiur dengan pemahaman komunis,” ungkapnya.
Taufik mengungkapkan pada 74 tahun lalu, ideologi ini diberi Allah SWT, berkesempatan untuk tampil di dunia di 76 negara, berapa manusia yang mati karenanya. Dirinya mengungkapkan, sejak 1917 hingga tahun 1991, selama 74 tahun keberadaan ideologi ini, manusia yang mati 120 juta orang, artinya setiap hari 4500 manusia mati.
“Ini ideologi yang paling kejam di dunia, paling bengis, paling biadab,” papar Taufik
Tidak ada kemakmuran kepada rakyat, membunuh rakyatnya sendiri, rontok tak ubahnya kartu domino yang ditiup angin.
Itulah mengapa, pada desember 1991 Boris Nikolayevich Yeltsin bekas Ketua Komunis yang menjadi Perdana Menteri pada waktu itu membuat sebuah pengumuman yang menggemparkan seluruh dunia.
“Partai komunis Uni Sovyet dibubarkan, karna ideologi ini kata boris, tidak bisa lagi dipakai untuk
Menjadi dasar menjalankan sebuah negara,”sebutnya.
Diingatkan juga, Indonesia merupakan satu negara yang paling banyak komunis mencoba rebut kekuasan, tiga kali berontak tapi digagalkan.
Padahal kata taufik, 1966 ideologi tesebut sudah dibubarkan, toh kenapa sekarang, mau rebut lagi.
Mereka begitu buas, tujuannya sesuai dengan apa yang ditaruh di kitab suci “manifesto komunis” 21 September 1848, yang digagas oleh dua orang pemuda komunis yakni karl max dan friedrich engels.
“Jadi, apa yang mereka terapkan di rezim sekarang ini untuk membalas dendam, dengan segala macam cara. Mereka memakai taktik persengketaan dalam intern angkatan bersenjata,” tutup taufik.
JURNALIS : ADISTA PATTISAHUSIWA

Jurnalis Cendana News wilayah DKI. Jakarta. Bergabung dengan Cendana News pada Juni 2015. Sebelum bergabung dengan Cendana News, jurnalis di beberapa media lokal dan nasional. 

Akun twitter : @dinopattisdebby
Lihat juga...