Tengahi Buruh dan Perusahaan, DPRD Jatim Segera Panggil Apindo

SURABAYA — Polemik antara tenaga kerja dengan perusahaan ditengah melambatnya perekonomian terus terjadi di berbagai wilayah Indonesia, seperti halnya di daerah Jawa Timur. Buruh menginginkan di tahun 2016, UMK Jatim wil. Ring 1 naik 11,5 persen sementara PT. Maspion menawarkan pensiun dini terhadap 1800 karyawannya.
Menyikapi hal tersebut, DPRD Jawa Timur berencana akan memanggil Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) terkait isu pemutusan hubungan kerja (PHK) dan relokasi pabrik dari wilayah Ring 1, agar kepentingan kedua pihak bisa tercapai melalui kesepakatan yang lebih baik.
Anggota komisi E Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Timur, Agatha Retnosari ingin segera mencari jalan tengah polemik antara pengusaha dan buruh. Di tahun 2016, UMK Jatim wil. Ring 1 naik 11,5 persen berada di kisaran 3 juta lebih, dinilai memberatkan stake holder.
Stake holder dengan buruh memiliki kepentingan yang berbeda. Stake holder ingin memiliki usaha dengan biaya seminimal mungkin, sedangkan buruh menginginkan kenaikan pendapatan akibat kebutuhan yang terus naik.
“Kami memahami polemik yang terjadi di hampir setiap tahun atas tuntutan buruh dan tingkat akomodasi pengusaha terhadap tuntutan kenaikan tersebut,” jelasnya, Kamis (26/11/2015).
Seperti diketahui, buruh menuntut agar UMK 2016 mencapai di angka 3.045.000, naik 11,5%. Kenaikan ini dipicu oleh Peraturan Pemerintah (PP) No.78 tahun 2015 terkait pengupahan. Mengenai hal tersebut pemilik PT. Maspion, Alim Markus misalnya, ia menawarkan pensiun dini terhadap 1800 karyawannya. Hanya saja ketika ditanya bagaimana jika karyawan menolak pensiun dini, Alim Markus enggan menjawab pertanyaan tersebut.

JURNALIS : CHAROLIN PEBRIANTI


Jurnalis Cendana News wilayah Jawa Timur. Gabung dengan Cendana News Mei 2015. 

Akun twitter : @charolineemoo
Editor : ME. Bijo Dirajo / Fotografer : Charolin Pebrianti
Lihat juga...