Terkait Ancaman Terorisme, BPCB DIY Perketat Pengamanan Candi

Dra. Wahyu Astuti, MA
YOGYAKARTA — Ancaman terorisme yang kini kian disadari terus mengancam, membuat berbagai pihak dan lembaga meningkatkan keamanan. Utamanya tempat-tempat umum yang bernilai penting dan berpotensi menjadi sasaran teroris. Salah satunya candi, yang merupakan benda cagar budaya bernilai sejarah tinggi.
Dra. Wahyu Astuti, MA., Kepala Seksie Pelindungan, Pengembangan dan Pemanfaatan Badan Pelestarian Benda Cagar Budaya (BPCB) DI Yogyakarta mengatakan, terkait ancaman terorisme yang mungkin menyerang sejumlah situs-situs cagar budaya, pihaknya telah memperketat pengamanan. Selain meningkatkan jam patroli, BPCB DIY selama ini juga telah mengerahkan pengamanan satpam selama 24 jam nonstop. Selain itu, juga patroli pengamanan secara berkala oleh Polsus dengan melibatkan personel POLRI. 
“Selama ini, kita juga memiliki penyidik pegawai negeri sipil atau PPNS”, kata Tuti saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (16/11/2015).
Disebutkan, berkait sistem pengamanan situs candi, BPCB DIY selama ini juga telah memasang pagar areal situs dan memasang kamera CCTV. Terhadap sejumlah kawasan situs candi yang langsung berbaur dengan pemukiman warga sehingga sulit dilakukan pemagaran, BPCB DIY saat ini juga telah menggunakan pantauan dengan sistem drone, yang berfungsi untuk memetakan luasan candi dari arah atas. Dengan sistem drone, memungkinkan untuk menentukan batas areal situs sehingga pengamanan batas wilayah bisa lebih optimal.
Namun demikian, berkait dengan ancaman teroris yang mungkin saja terjadi pihaknya juga telah mempertimbangkan dibentuknya satuan khusus atau pelatihan petugas pengamanan candi dengan bekerjasama dengan unsur lain seperti TNI.
Diakuinya, untuk pengamanan situs candi dengan kamera CCTV, memang belum semuanya memiliki. Pengamanan ketat, katanya, memang baru dilakukan terhadap candi-candi besar, terutama Candi Prambanan yang sudah masuk sebagai worlds heritage dan Candi Boko serta Candi Borobudur.
“Kedepan kita akan terus meningkatkan pengamanan baik dari aspek personel maupun peralatan karena ancaman yang semakin beragam,” pungkasnya. 
JURNALIS : KOKO TRIARKO

Jurnalis Cendana News wilayah DI.Yogyakarta. Bergabung dengan Cendana News bulan Agustus 2015. Sebelum bergabung di Cendana News, jurnalis, penulis dan fotografer di beberapa media cetak lokal.

Akun twitter @KOKOCND
Lihat juga...