Ternak Sapi Pilihan Investasi Masyarakat Pedesaan di Lampung


LAMPUNG — Masyarakat di pedesaan Lampung Selatan Provinsi Lampung masih menjadikan ternak sebagai usaha sampingan. Bermata pencaharian pokok sebagai petani, masyarakat sebagian memanfaatkan waktu luang untuk memelihara ternak Kambing, Sapi, kerbau. Ternak sapi dan ternak lainnya masih dianggap sebagai investasi masa depan yang menjanjikan karena bisa digunakan sebagai tabungan sewaktu-waktu membutuhkan biaya untuk keperluan rumah tangga.
Pilihan beternak sapi sebagai investasi tersebut salah satunya dijalani oleh salah satu warga di desa Gandri Kecamatan Penengahan Lampung Selatan, Widodo (45), ia mengaku memelihara ternak sapi sejak belasan tahun lalu dengan cara menggaduh atau meminjam indukan dari peternak lain dan ia mendapat bagian anak untuk dipelihara.
“Sistem gaduh lumrah di sini karena selain saling membantu juga meringankan beban pemeliharaan, sapi pemilik akan bertambah dan pemelihara akan mendapat bagian sehingga saling menguntungkan kedua belah pihak,”ujar Widodo kepada Cendana News, Minggu (1/11/2015).
Selain mendapat bagian dari pemilik ternak berupa seekor sapi betina, ia akhirnya dengan modal secukupnya membeli bibit ternak sapi sebanyak 2 ekor sepasang jantan dan betina. Upayanya untuk beternak sapi tersebut dilakukan dengan kesadarannya untuk membiayai anak anaknya yang sedang bersekolah di tingkat Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah Pertama kala itu dan kini anaknya sudah memasuki jenjang kuliah.
“Memelihara ternak merupakan bagian dari menabung meski tak berwujud uang tapi saya tetap meggunakan cara ini untuk menyimpan uang dan pengalaman saya bahkan cukup berhasil,”ungkapnya.
Sapi yang dibeli dengan harga Rp7juta umur beberapa bulan sebagai bibit dan sepasang sebesar Rp14juta tersebut selanjutnya dipelihara olehnya dan beranak pinak menjadi sebanyak 5 ekor. Ia mengaku mulai membuat kandang yang lebih baik setelah menjual satu ekor sapi miliknya saat hari raya kurban. Ia mengaku berencana mengembangkan ternak sapi rumahan miliknya dan mulai memelihara sapi jenis brahman dan juga akan memelihara sapi jenis limosin.
“Kalau ada dana mungkin saya akan memelihara dalam jumlah lebih banyak namun tentunya memerlukan modal dan pemeliharaan yang lebih intensif,”ungkapnya.
Berkat usaha sampingan beternak disamping usahanya sebagai petani, Widodo pun mengaku bisa merehab rumah yang ditinggalinya dan menabung di bank untuk keperluan mendadak serta untuk biaya anaknya. Ia bahkan mengaku bisa membeli kendaraan roda dua dari hasil pertanian serta menjual satu ekor sapi yang cukup dewasa.
“Asal ada kemauan usaha ternak sapi ini tetap menjanjikan untuk dijadikan investasi masa depan,”ungkapnya.
Selain memelihara sapi sebagai investasi, pilihan beternak dilakukannya untuk menjadi cadangan saat hasil pertanian tidak sesuai harapannya apalagi saat musim kemarau petani mengalami kesulitan dalam usaha pertanian baik untuk menanam jagung maupun padi. Beternak sapi dan kambing menjadi sebuah alternatif lain untuk cadangan penghasilan sampingan.
MINGGU, 01 November 2015
Editor         : ME. Bijo Dirajo
Jurnalis       : Henk Widi
Bergabung dengan Cendana News pada bulan November 2014. Dengan latar belakang sebagai Jurnalis lepas di beberapa media dan backpacker, diawal bergabung dengan Cendana News, Henk Widi fokus pada pemberitaan wisata dan kearifan lokal di wilayah Lampung dan sekitarnya.
Akun Twitter: @Henk_Widi
Lihat juga...