Tim Gabungan Tangani Dampak Puting Beliung di Bantul, Yogyakarta

Evakuasi pohon tumbang di dusun Ngebel
YOGYAKARTA — Tim gabungan dari relawan, SAR, TNI, POLRI, Satpol PP, dan Tim BPBD Kabupaten Bantul, Yogyakarta, Minggu (29/11/2015) pagi ini kembali melakukan evakuasi dan recovery terhadap puluhan pohon tumbang yang nyaris menimpa rumah warga di wilayah kecamatan Kasihan, Bantul, Yogyakarta. Tim yang terdiri dari 100 orang dibagi menjadi empat kelompok dan disebar ke tiga desa yang terdampak puting beliung yang melanda kawasan tersebut, sehari sebelumnya.
Dwi Daryanto, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten  Bantul, Yogyakarta ditemui di Posko Darurat Komplek Kampus UMY, Minggu (29/11/2015) mengatakan, pagi ini bersama tim gabungan pihaknya kembali melanjutkan proses evakuasi ratusan pohon tumbang yang mengancam pemukiman warga dan mengganggu akaes jalan di tiga desa terdampak, yaitu Tamantirto, Tirtonirmolo dan Bangunjiwo. Ketiga desa tersebut berada di kecamatan Kasihan.
Dwi mengungkapkan, evakuasi yang dilakukan malam hari sebelumnya terkendala situasi yang tidak kondusif sehingga terpaksa dilanjutkan pagi ini. Dwi menargetkan, seluruh proses evakuasi bisa tuntas hari ini. Namun demikian, kata Dwi, pihaknya belum bisa memastikan jumlah rumah warga yang mengalami kerusakan.
 “Jumlah pasti masih kita inventarisir. Tapi, yang pasti lebih dari 30 rumah warga dilaporkan rusak ringan, sedang dan berat,” jelasnya.
Dijelaskan, evakuasi hari ini seluruh tim difokuskan untuk mengevakuasi pohon tumbang yang nyaris menimpa rumah warga dan mengganggu akses jalan, serta membantu memperbaiki rumah warga yang atapnya cerai-berai akibat hujan angin kemarin. 
Sementara itu dari tiga desa terdampak, desa Tamantirto, kata Dwi  merupakan daerah yang paling parah kerusakannya. Terutama di dusun Ngebel. Setidaknya, ada 20 rumah warga mengalami rusak di dusun itu. Bahkan, sebatang pohon tampak rungkat dan nyaris menimpa rumah warga milik Slamet Widodo di RT 01 dusun setempat. Selain itu, pohon berukuran cukup besarr itu juga mengancam dua rumah lainnya di dekatnya, yaitu rumah Atmo Sudiro dan Rutini. 
Diungkapkan Rutini (43), pohon tersebut rungkat saat terjadi hujan dan angin besar yang terjadi sore sebelumnya. Rutini, isteri Tukidi, saat kejadian mengaku sedang berada di dalam rumah. Hujan besar disertai angin kencang yang melanda wilayahnya, menurut Rutini, dirasa cukup mencekam. 
“Waktu hujan besar itu terdengar suara gemuruh angin di atas atap rumah”, katanya. 
Seperti diketahui, hujan disertai angin kencang melanda sejumlah kawasan di kecamatan Kasihan, Bantul, Yogyakarta, pada Sabtu (28/11/215), sore, kemarin. Selain menumbangkan ratusan pohon di tiga desa terdampak, angin kencang juga menumbangkan empat tiang listrik milik PLN. Angin kencang juga merusakkan sebagian atap gedung kampus Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) yang berada tak jauh dari dusun Ngebel dan sebagian gedung SDIT Insan Utama.
Sejauh ini berdasarkan, data terakhir yang berhasil dihimpun BPBD Bantul serta relawan, setidaknya ada 43 titik lokasi terdampak. Dari jumlah tersebut, menurut Dwi, dimungkinkan masih bisa bertambah. 
“Sejauh ini tidak ada korban jiwa maupun luka dalam musibah angin kencang itu. Sementara untuk jumlah pasti dan tingkat kerusakan rumah warga yang terdampak masih dalam inventarisir”, pungkasnya.

JURNALIS : KOKO TRIARKO

Jurnalis Cendana News wilayah DI.Yogyakarta. Bergabung dengan Cendana News bulan Agustus 2015. Sebelum bergabung di Cendana News, jurnalis, penulis dan fotografer di beberapa media cetak lokal.

Akun twitter @KOKOCND
Editor : ME. Bijo Dirajo / Fotografer : Koko Triarko
Lihat juga...