Tingkatkan Daya Saing, Kapal DLU Sediakan Fasilitas Serba Gratis

Karaoke, salah satu fasilitas gratis kapal DLU
LAMPUNG — Perusahaan pelayaran PT Dharma Lautan Utama (DLU) memperkuat jasa penyeberangan di lintasan Selat Sunda dengan sebanyak 4 armada kapal roll on roll off (Roro)  meski perusahaan pelayaran lainnya melakukan langkah penambahan jumlah kapal kapal baru. Untuk meningkatkan pertumbuhan industri pelayaran yang relatif kompetitif DLU terus melakukan terobosan diantaranya menggratiskan beberapa fasilitas dan pelayanan di atas semua kapal berbendera DLU.
Kepala Cabang PT  DLU lintasan Merak-Bakauheni, Sunaryo mengatakan, industri pelayaran yang saat ini masih bertahan ditunjukkan dengan masih diminatinya penggunaan moda transportasi laut tersebut. Terobosan yang dilakukan DLU diantaranya menggandeng pemilik jasa ekspedisi yang sebagian besar truk ekspedisi untuk menjadi pelanggan tetap dengan berbagai penawaran dan kemudahan saat berada di atas kapal.
“Pengguna jasa pelayaran selalu kita manjakan dengan pelayanan maksimal dan tentunya fasilitas yang tak dimiliki kompetitor lainnya selama berada di atas kapal,”ujar Sunaryo kepada Cendana News, Senin (30/11/2015).
Selain hal tersebut DLU yang memiliki kapal Dharma Rucitra I, Kirana I, Dharma Kencana IX dan Mustika Kencana  tersebut ungkap Sunaryo juga meningkatkan pelayanan terutama keramahan crew baik darat maupun kapal, sehingga pemakai jasa nyaman ikut kapal kapal  DLU.
“Mungkin perusahaan pelayaran lain mengalami penurunan sampai 30 persen, tetapi kami stagnan karena kami berusaha mengambil segmen kompetitor dengan memperkuat layanan dan fasilitas,” terangnya.
Dia menjelaskan layanan plus yang diberikan oleh DLU yakni berupa informasi keselamatan dan tata cara penyelamatan diri yang terpasang pada layar layaknya layanan dalam pesawat terbang, ruangan ber-AC, fasiltas laundry gratis, potong rambut, dan pijat gratis bagi pengemudi truk serta terdapat pramugari. Selain itu yang sangat diminati oleh para pengguna jasa adalah fasilitas ruang live music yang menyediakan karaoke gratis dan juga perfomance dari pemusik dan penyanyi.
“Ini inovasi kami sejak 2000 dan terus dipertahankan yang tak dimiliki kompetitor  walau mempengaruhi biaya produksi tetapi kami berusaha merebut segmen sesama moda sehingga kekurangannya bisa tertutupi,” ungkapnya.
Sunaryo  mengklaim jika layanan yang diberikan oleh DLU selama ini merupakan satu-satunya di Selat Sunda yang menyediakan berbagai fasilitas gratis bagi para penumpang di dalam kendaraan maupun penumpang pejalan kaki. Bahkan, katanya, DLU berkali-kali memperoleh penghargaan tingkat nasional dan internasional atas pelayanan prima.
“Sebagai bentuk penghargaan juga pihak DLU memberikan penghargaan nakhoda terbaik lintas pendek oleh nakhoda Dharma Rucitra I di tahun ini,”beber Sunaryo.
Pendekatan yang menyasar pangsa pasar anak anak muda serta pecinta perjalanan yang menggunakan gawai pun terus dilakukan pihak DLU dengan interaksi aktif melalui jejaring sosial Twitter. Sunaryo mengungkapkan saat ini jadwal kapal kapal DLU bisa diakses melalui Twitter dengan akun @dlu_merak sehingga pengguna jasa bisa mengetahui jadwal semua kapal DLU di lintasan Selat Sunda.
“Interaksi ini responnya positif dari pengguna jasa karena bisa melihat jadwal keberangkatan kapal kami dan memudahkan pengguna jasa menentukan waktu berangkat,”ungkap Sunaryo.
Sunaryo mengungkapkan berdasarkan data keseluruhan kapal kapal milik DLU di Indonesia saat ini DLU telah memiliki 41 armada, 80 persen di antaranya merupakan kapal impor dari Jepang dan sisanya kapal buatan galangan lokal. Selain itu, DLU memiliki galangan sendiri yang berfungsi untuk perawatan kapal-kapalnya dengan memanfaatkan industri komponen kapal lokal.
Salah satu armada DLU
JURNALIS : HENK WIDI

Bergabung dengan Cendana News pada bulan November 2014. Dengan latar belakang sebagai Jurnalis lepas di beberapa media dan backpacker, diawal bergabung dengan Cendana News, Henk Widi fokus pada pemberitaan wisata dan kearifan lokal di wilayah Lampung dan sekitarnya.

Twitter: @Henk_Widi
Editor : ME. Bijo Dirajo / Fotografer : Henk Widi
Lihat juga...