Titiek Soeharto Jaring Aspirasi Kelompok Tani Ternak di Kulonprogo

Titiek Soeharto kunjungu kelompok tani di Kulonprogo
KULONPROGO — Kelompok Tani Ternak Kambing PE Mantep Makaryo dan Kelompok Tani Gula Semut Uperma di Dusun Soropati, Hargotirto, Kulonprogo, Yogyakarta, menjadi tempat kunjungan Titiek Soeharto dalam masa resesnya kali ini, Jumat (13/11/2015). Dua kelompok tani yang sudah berprestasi tingkat nasional itu, menjadi perhatian Titiek karena perannya dalam mendukung upaya pemerintah membangun kedaulatan bangsa melalui penguatan berbagai potensi daerah. 
Hal demikian tersimpul dari kunjungan kerja dan temu wicara kelompok tani ternak dusun Soropati bersama Titiek Soeharto di sebuah lokasi pusat pengembangan kambing jenis PE dan sentra produksi gula semut kualitas eksport dusun Soropati. 
Lagi-lagi, Titiek merasa bangga namun juga resah, demi melihat potensi asli daerah yang selama ini mampu memberikan devisa bagi negara, belum sepenuhnya mendapat perhatian dari pemerintah. Bahkan, terungkap jika sejumlah dana bantuan pemerintah bidang pertanian dan peternakan di Kulonprogo tahun ini justru menurun tajam.
Titiek pun merasa agak heran mendengar laporan Kadinas Pertanian setempat yang menyatakan jumlah dana bantuan pemerintah untuk bidang pertanian tahun ini justru menurun dari Rp 4 Milyar di tahun 2014 menjadi Rp. 360 Juta. 
Di tengah program pemerintah yang sedang mencoba mencapai swasembada pangan, kata Titiek, belum apa-apa bantuannya malah dipotong-potong. Juga tingginya beban pajak penjualan gula semut yang merupakan hasil produk UKM seperti dialami oleh pengrajin gula semut dusun Soropati. 
“Pihaknya akan menyampaikan berbagai keluhan warga untuk bisa diberikan solusi dari kementerian terkait,”sebut Titiek.
Tidak hanya itu, terkait keluhan warga tentang kondisi sarana dan prasarana juga menjadi perhatian. Dia mengharapkan pemerintah setempat dapat menyelesaikan permasalahan yang dihadapi oleh petani.
“Dengan potensi ekonomi yang dimiliki, semestinya sarana dan prasarana harus lebih diperhatikan,”sebut Titiek yang Didampingi Kepala Dinas Pertanian, Peternakan dan Kehutanan Kabupaten Kulonporogo, Ir. Sudarna, MMA, anggota DPRD Kulonprogo dari Fraksi Partai Golkar, Widiyanto, Camat Kokap Mitoto Cipto Suroso, dan sejumlah SKPD dan muspika setempat.
Kelompok Tani Uperma dusun Soropati, dalam sebulannya mampu memproduksi sebanyak 20-30 Ton gula semut. Bekerja sama dengan koperasi KSU Jati Rogo, gula semut produksi Uperma dieksport ke berbagai negara di Eropa seperti Amerika, Canada dan Belanda. 
Rahamdi, ketua kelompok gula semut Uperma mengatakan, dengan 600 penderes nira yang dikelolanya, dalam sehari bisa diproduksi gula semut sebanyak 1 Ton. Dengan harga jual Rp. 18.000 sekilo, pengrajin gula semut mendapatkan keuntungan Rp. 200 setiap kilogramnya. 
Rahmadi mengatakan, poduksi gula semut Kelompok Uperma mulai dikembangkan sejak tahun 2008 dan telah memiliki Sertifikat Control Union dari Belanda. Namun diharapkan, beban pajak penjualan yang dikenakan bisa dikurangi, mengingat beban pajak yang tinggi saat ini membuat calon pembeli pindah ke lain tempat.
Sementara itu Kelompok Tani Ternak Kambing PE Mantep Makaryo, dusun Soropati juga mampu mengembangkan produk olahan susu kambing dalam bentuk cair, bubuk dan karamel. Dengan jumlah anggota 46 orang dan populasi Kambing PE sebanyak 326 ekor terdiri dari anakan, pejantan dan betina, dalam sehari Kelompok Mantep Karyo mampu menghasilkan 15 liter susu dari 9 ekor kambing. 
Ketua kelompok Mantep Karyo, Suratman mengatakan, karena kambing PE tergolong langka, maka pihaknya lebih memfokuskan pada sektor pembibitan. Berbagai prestasi pernah diraih, antara lain juara 1 nasional bidang agribisnis peternakan kambing PE tahun 2013 dan juara 1 Adi Karya Nusantara 2014. Suratman mengatakan, peternakan Kambing PE mulai dikembangkan sejak tahun 2010, dan saat ini mulai dikembangkan di daerah lain karena kebutuhan susu yang terus meningkat.
Dalam Temu Wicara dan Silahturahmi bersama Titiek Soeharto, pun beragam keluahan para petani disampaikan. Di bidang eternakan kambing PE, warga mengharapkan ada bantuan mesin gertak birahi dan mesin pengolah pakan. Sedangkan kelompok pengrajin gula semut mengharapkan agar beban pajak penjualan gula semut bisa diringankan.
Terhadap semua keluhan dan harapan warga tersebut, Titiek menyatakan pihaknya akan berupaya memperjuangkannya melalui berbagai cara. Titiek juga mengimbau agar warga lebih mengoptimalkan koperasi, dan mengintruksikan kepada anggota dewan setempat dari partainya untuk menyampaikan pula berbagai keluhan warga kepada bupati setempat. 
Titiek juga memberikan bantuan 1 ekor kambing PE kepada kelompkok ternak Mantep Makaryo, dan sejumlah uang untuk klompok Uperma pengrajin semut dan untuk pembangunan masjid dusun setempat. 
Sambung rasa

Melihat hasil UKM di dusun Suropati
JURNALIS : KOKO TRIARKO

Jurnalis Cendana News wilayah DI.Yogyakarta. Bergabung dengan Cendana News bulan Agustus 2015. Sebelum bergabung di Cendana News, jurnalis, penulis dan fotografer di beberapa media cetak lokal.

Akun twitter @KOKOCND
Lihat juga...