Titiek Soeharto: Konflik Antar Etnis Wujud Lunturnya Nilai Kebangsaan

Presma UPN Veteran Yogyakarta, Aris Memberi Kenang-kenangan kepada Titiek Soeharto
YOGYAKARTA — Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Siti Hediati Soeharto menegaskan, lunturnya nilai-nilai kebangsaan dalam diri generasi muda bisa mempercepat kehancuran suatu bangsa. Dan hal ini mulai terlihat dengan sering dan mudahnya terjadi konflik antar etnis.
“Karena itu, dalam kehidupan berbangsa dan bermasyarakat, kita tidak boleh melupakan beberapa hal, yaitu Pancasila sebagai dasar negara dan ideologi, UUD 1945 sebagai konstitusi dan NKRI sebagai bentuk negara dan Bhineka Tunggal Ika sebagai semboyan,” sebut Titiek Soeharto dalam Seminar 4 Pilar MPR RI di Ruang Seminar Fakuktas Ekonomi Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Yogyakarta, Rabu (11/11/2015). 
Titiek mengatakan, UUD 1945 sebagai sumber hukum tertinggi hendaknya menjadi panduan bagi kehidupan berbangsa dan bernegara juga menjadi pedoman dalam penyusunan perundang-undangan yang ada di bawahnya. 
Dan, sejalan dengan tuntutan reformasi dan tuntutan perkembangan bangsa Indonesia, MPR sejak 1999 sampai 2002 telah melakukan perubahan sebanyak empat kali terhadap UUD 1945. Perubahan itu telah mengantarkan Indonesia ke dalam sejarah baru kehidupan berbangsa dan bernegara.
Dalam melakukan perubahan UUD 1945, MPR telah menetapkan kesepakatan dasar agar perubahan tersebut mempunyai arah, tujuan dan batas yang jelas. Kesepakatan itu adalah, pertama tidak mengubah isi pembukaan UUD 1945, tetap mempertahankan  bentuk negara NKRI, tetap mempertegas sistem presidensial, dan penjelasan UUD 1945 yang memuat hal-hal normatif akan dimasukan ke dalam pasal-pasal dan batang tubuh dan melakukan perubahan dengan tetap mempertahankan naskah asli.
Sesuai UU No. 17/2012 mengenai  pemilihan DPR, DPRD dan MPR, anggota dewan mempunyai tugas antara lain memasyarakatkan ketetapan MPR, memasyarakatkan Pancasila, dan UUD 1945, NKRI dan semboyan Bhineka Tunggal Ika. Juga mengkaji sistem ketata-negaraan UUD 1945 serta pelaksanaannya dan menyerap aspirasi masyarakat berkaitan dengan pelaksanaan UUD 1945.
Tujuan sosialisasi adalah meningkatkan pengetahuan dan pemahaman masyarakat terhadap UUD 1945 dan Pancasila, NKRI, Bhineka Tunggal Ika dan sejumlah Ketetapan MPR RI. Juga menumbuhkan kesadaran masyarakat akan pentingnya memahami serta menerapkan nilai-nilai luhur bangsa dalam kehidupan sehari-hari.
Sementara itu, Presiden Mahasiswa BEM KM UPN Veteran Yogyakarta, Arinta Aris Kristianto mengatakan, pihaknya sengaja mengundang Titiek Soeharto sebagai anggota DPR/MPR RI untuk memberikan penjelasan terkait 4 Pilar MPR RI yang saat ini dirasa sangat penting. 
“Titiek Soeharto dipilih sebagai keynote speaker karena dianggap representatif,  dan sebagai perempuan sangat mewakili spirit dan semangat generasi muda dan peduli dengan rakyat,”sebutnya.
Seminar 4 Pilar MPR RI di ruang seminar FE UPN Veteran Yogyakarta, diikuti seluruh organisasi kemahasiswaan UPN Veteran dan beberapa mahasiswa lainnya. Hadir dalam acara itu,  Ir. Bagus Wiyono, MT selaku Kepala Biro Administrasi Akademik Kemahasiswaan (AAK) mewakili Rektor UPN Veteran Prof. Dr. Sari Bahagiarti K, M.Sc. Juga Dekan Fak Ekonomi, Dr. Muafi, SE., M.Si dan beberapa dosen pengajar lainnya. Sementara itu berperan sebagai narasumber Dr. Ir. Surata, MP, Ir. dan Lestanta Budiman, M.HUM. Berperan sebagai moderator, Dastyargo Hartono, mantan Presma. 
JURNALIS : KOKO TRIARKO

Jurnalis Cendana News wilayah DI.Yogyakarta. Bergabung dengan Cendana News bulan Agustus 2015. Sebelum bergabung di Cendana News, jurnalis, penulis dan fotografer di beberapa media cetak lokal.

Akun twitter @KOKOCND
Lihat juga...