Titiek Soeharto: Remaja Kian Jauh dari Nilai Kebangsaan

Rapat Dengar Pendapat Sosialisasi 4 Pilar MPR RI 
SLEMAN — Titiek Soeharto dalam rapat dan dengan pendapat dalam sosialisasi 4 Pilar MPR RI di Sleman, Yogyakarta menyebutkan, rendahnya nilai kebangsaan pada generasi muda salah satu penyebab begitu mudah terjadi gesekan-gesekan yang menimbulkan konflik sosial di tengah masyarakat.
Hal tersebut tidak terlepas dari pengaruh berbagai informasi yang didapatkan generasi muda saat ini. Dimana keran informasi sangat terbuka lebar dan hal tersebut butuh penyaringan, yakni 4 Pilar MPR RI.
“Kebebasan teknologi informasi seperti internet, seringkali menimbulkan dampak negatif bagi remaja dan pelajar,”sebutnya.
Salah satu dampak yang sering terjadi akibat informasi yang bebas antara lain, perkelahian dan tawuran antar siswa. Serta kerawanan sosial yang berakibat kepada semakin jauhnya nilai-nilai Pancasila dari kehidupan berbangsa dan bernegara.
Titiek mengingatkan, dalam rapat dengan pendapat tersebut diharapkan dapat merumuskan cara atau strategi yang dipandang tepat guna dalam upaya mensosialisasikan 4 Pilar MPR RI.
Titiek menekankan agar dalam kehidupan berbangsa dan bernegara masyarakat tidak melupakan Pancasila, UUD 1945, bentuk negara kesatuan NKRI dan semangat persatuan dan kesatuan Bhineka Tunggal Ika.
Hadir dalam Rapat Dengar Pendapat tersebut, Ali Syahdan, ST, Sekretaris DPD Kabupaten Sleman, unsur muspika setempat dan narasumber tunggal, Ahmad Munif. Dengan tema diskusi “Refleksi 70 Tahun Pancasila dan Peran Pemuda Dalam Mengamankan Pancasila”.
Munif menyatakan jika peran pemuda saat ini sangat penting dalam pengamalan Pancasila. Sekarang ini begitu banyak masalah, gesekan, kenakalan remaja, seks bebas, vandalisme, perkelahian antar pelajar, yang semua itu menunjukkan remaja, pemuda sebagai generasi penerus semakin jauh dari nilai-nilai Pancasila.
Karena itu, pembangunan dan pendidikan harus bisa membumi dan merata, sehingga keadilan sosial bisa tercapai. 
“Jika Pancasila selalu menjadi ruh dalam setiap kebijakan dan tindakan, maka keadilan, persatuan dan kesatuan bangsa pasti bisa terwujud”, pungkasnya.
JURNALIS : KOKO TRIARKO

Jurnalis Cendana News wilayah DI.Yogyakarta. Bergabung dengan Cendana News bulan Agustus 2015. Sebelum bergabung di Cendana News, jurnalis, penulis dan fotografer di beberapa media cetak lokal.

Akun twitter @KOKOCND
Lihat juga...