Titiek Soeharto Sambangi Kelompok Tani Ternak Ngudhi Mulyo Bantul

Titiek Soeharto menyambangi kelompok tani ternak Ngudhi Mulyo
YOGYAKARTA — Masih dalam masa resesnya, Kamis (12/11/2015), Titiek Soeharto memanfaatkannya dengan menyambangi kelompok tani ternak Ngudhi Mulyo di desa Wonolelo, Pleret, Bantul, Yogyakarta, yang merupakan kelompok tani ternak pembibitan dan penggemukan sapi berbasis teknologi. 
Dalam reses tersebut, Titiek Soeharto meninjau kelompok tani ternak yang beranggotakan sebanyak 36 orang. Dimana kelompok ternak sapi tersebut mampu menghasilkan pedhet atau anak sapi sebanyak 35 ekor, dari indukan sapi sebanyak 45 ekor. 
Dengan berbagai kelebihannya itu, Titiek mengatakan, bahwa berbagai teknologi pertanian dan peternakan itu diterapkan sebagai upaya mencapai swasembada daging sebagai sumber protein. Dan, upaya itu tidak mungkin bisa dicapai dalam waktu setahun atau dua tahun. Karena itu, jelas Titiek, bantuan-bantuan ternak dari pemerintah supaya bisa diperbanyak lagi.
“Daripada memberi bantuan untuk BUMN, lebih baik bantuan itu disalurkan kepada peternak dan petani sehingga bisa mensejahterakan rakyat kecil,” tegasnya.
Apalagi, sambung Titiek, kebutuhan daging dalam negeri selama dalam tahun 2014 sebanyak 3, 1 juta ekor. Dari jumlah tersebut, negara masih mengandalkan daging import. Padahal, kebutuhan daging dalam negeri tahun depan diperkirakan meningkat, 3,4 Juta ekor. Karena itu, Titiek berharap kelompok tani ternak Ngudi Mulyo yang senantiasa didampingi BPTPK mampu mendukung upaya pemerintah dalam memenuhi kebutuhan daging dalam negeri.
Sementara itu, ketua kelompok ternak sapi Ngudhi Mulyo, Widi Prawoto mengatakan, saat ini populasi sapi mencapai 105 ekor terdiri dari pedhet, dara, betina dan pejantan. Sebagai kelompok ternak berbasis teknologi, Ngudi Mulyo mengembangkan ternak sapinya secara tepat guna dan terintegrasi. Misalnya, limbah sapi dikelola menjadi biogas yang menjadi bahan bakar gas untuk memasak, pengolahan pakan dan beragam penerapan teknologi peternakan lainnya.
Dengan keunggulan teknologinya itu, kelompok tani ternak Ngudi Mulyo yang mulai dirintis sejak tahun 2009, pakan sapi bisa dihasilkan sendiri. Bahkan, tidak pernah mengalami kegagalan kendati sapi jenis PO yang dikembangkan tergolong jenis sapi yang sulit ditangani. 
Dalam sambungrasa bersama kelompok tani ternak Ngudi Mulyo, Titiek memberikan bantuan secara pribadi, 1 unit pompa air. 
Acara sambungrasa dan silahturahmi dihadiri Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi DIY, Ir. Sutarno mewakili Kadinas, Kepala Bidang Peternakan Bantul, Bimo Ari Wibowo mewakili Kadinas, juga Ir. Erna Winarti, MP wakil dari BPTPK Bantul, serta segenap muspika setempat.
Sutarno mewaili Kadinas Pertanian Provinsi DIY, mengatakan, jika di DIY memiliki hampir seuruh jenis peternakan, yaitu sapi, kambing, dan berbagai jenia unggas. Karena itu, pihaknya sangat berharap melalui kehadiran Titiek Soeharto, peternakan dan pertanian semakin maju. 
“Kehadiran Ibu Titiek menjadi semangat bagi kami semua,” pungkasnya. 

JURNALIS : KOKO TRIARKO

Jurnalis Cendana News wilayah DI.Yogyakarta. Bergabung dengan Cendana News bulan Agustus 2015. Sebelum bergabung di Cendana News, jurnalis, penulis dan fotografer di beberapa media cetak lokal.

Akun twitter @KOKOCND

Lihat juga...