Tolak Kebijakan Pemerintah, Ribuan Angkot di Surabaya Mogok

Ribuan angkot terparkir di badan jalan 
SURABAYA — 5000 sopir yang tergabung dalam Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) beserta angkotnya  menggelar aksi mogok dan demo di depan gedung DPRD Surabaya, Kamis (19/11/2015). Mereka menuntut pencabutan beberapa peraturan, diantaranya Permendagri nomor 101 tahun 2014, PP Nomor 74 Tahun 2014 tentang angkutan jalan, serta surat Sekretariat Daerah Jatim Nomor: 970/1659/120.22/2015 yang mewajibkan angkot harus bebadan hukum.
Salah seorang koordinator aksi, Juhari menyebutkan,  pemaksaan berbadan hukum sama saja dengan membunuh pada sopirnya. Peraturan baru tersebut akan menyebabkan menyulitkan dalam perpanjangan uji kendaraan bila tak memiliki badan hukum. 
“Pembuatan badan hukum Angkot bukan hal gampang. Apalagi, kebanyakan pemilik Angkot hanya punya sebuah Angkot sehingga tak mungkin mendirikan Perseroan Terbatas,” terangnya.
Selain itum mereka juga mempermasalahkan Go Jek berplat hitam yang mengakibatkan angkot susah mencari penumpang. Selama aksi berlangsung, Jalan Yos Sudarso, Jalan Pemuda dan Jalan Gubernur Suryo ditutup. Sebanyak 1.211 personil polisi diturunkan dari gabungan polda dan polres.
Pendemo memasang spanduk penolakan
JURNALIS : CHAROLIN PEBRIANTI

Jurnalis Cendana News wilayah Jawa Timur. Gabung dengan Cendana News Mei 2015. 

Akun twitter : @charolineemoo
Lihat juga...