Tolak PP 78, Ribuan Buruh Gelar Aksi di Grahadi Surabaya

Demo di Grahadi
SURABAYA — Menolak PP No. 78 tahun 2015 tentang pengupahan, para pekerja yang tergabung dari DPC SPTI SPSI Surabaya, Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Surabaya, APBM (Aliansi Perjuangan Buruh Mojokerto), aksi buruh Pasuruan, Korwil KSBSI Jatim (Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia), SBSI Sidoarjo dan Sapu Jagat menggelar aksi di depan Kantor Grahadi, Kamis (19/11/2015).
Ketua Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI), Dendik Prayitno mengungkapkan jika PP No. 78 tahun 2015 tentang pengupahan hanya berisi praktik upah murah yang dilegalkan.
“Materi yang dibahas di PP No. 78 tahun 2015 hanya sentralisasi dan hirarki hukum,” jelasnya ditengah-tengah aksi berlangsung.
Ia menambahkan, kebutuhan hidup layak (KHL) bertentangan dengan UU 13 tahun 2003 tentang ketenagakerjaan. Selama ini hanya kebutuhan fisik minimum saja yang diperhitungkan oleh pemerintah. Kebutuhan seperti rumah, biaya pendidikan dan transportasi tidak diperhitungkan.
“Kami ingin UMK 2016 berada di 3.264.000 Rupiah, ini berdasarkan KHL. Dan kami akan terus berjuang hingga tuntutan kami dipenuhi,” tegasnya.
Dalam demo tersebut mereka menutut:
1. Tindak lanjut dan sinkronisasi pelaksanaan Peraturan Pemerintah (PP) No 74/2014 dan SE Pemprov Jatim pada Januari 2015 tentang Perpanjangan Surat Kendaraan Plat Kuning yang harus mempunyai badan Hukum PT atau koperasi.
2. Menolak PP No. 78 tahun 2015 tentang Pengupahan.
3. Mengawal penetapan UMK Jatim tahun 2016.
JURNALIS : CHAROLIN PEBRIANTI

Jurnalis Cendana News wilayah Jawa Timur. Gabung dengan Cendana News Mei 2015. 

Akun twitter : @charolineemoo
Lihat juga...